komnasham.go.id

 

PM Kawal Ketua Komnas HAM

In Rekam Media |
2:02 AM - 21 June 2013 swip Kategori Sebelumnya: Substansi

PM Kawal Ketua Komnas HAM

 

Ketua Komnas HAM Siti Nurlaela dan stafnya, Mimin, disoraki massa pendukung Kopassus di Pengadilan Militer yang menyidangkan kasus eksekusi di LP Cebongan. Mobil yang ditumpangi sempat dipukul. Tapi ditanya soal perlakuan itu Nur Laila tak khawatir. “Iya nggak apa-apa,” kata Nur Laila, Kamis (20/6/).

 

Yang dipikirkan Laila justru persidangan kala menghadirkan saksisaksi. Melihat begitu banyaknya pendukung para terdakwa dia khawatir intimidasi yang didapatnya juga didapatkan saksi. “Yang harus dipikirkan dan harus dievaluasi pemeriksaan saksi-saksi nanti. Saksi tidak bisa mempengaruhi keterangan yang diberikan,” jelasnya.

 

Kondisi ruang sidang juga tidak memungkinkan karena sempit, sehingga saksi dan para pengunjung sidang bisa berdekatan, intimidasi akan mudah dilakukan. Karena itu pihaknya melakukan upaya bersama LPSK, MA, dan KY agar para saksi bisa hadir di persidangan dengan melalui video conference. “Pada kondisi hari ini, Komnas HAM tidak merekomendasi hadir,” tegasnya.

 

Pekan lalu Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan, sebanyak 10 dan 42 orang saksi kasus LP Cebongan masih mengalami depresi sehingga tidak dapat hadir langsung ke gedung pengadilan. Agar mereka tetap dapat menyampaikan kesaksiannya yang dibutuhkan majelis hakim, maka perlu difasilitasi dengan video conference. Seperti saat datang ke sidang 12 prajurit Kopassus, ketika pulang, Laila mendapat sorakan dari para pendukung Kopassus.

 

Massa meneriaki dan menganggap Komnas HAM sebagai pengkhianat. Massa bahkan sudah mengadang saat Siti keluar dari ruang sidang. Untung polisi militer (PM) langsung mengamankan Siti di dalam suatu ruangan. Siti kemudian keluar untuk meninggalkan pengadilan militer, namun masa mengejarnya sambil berteriak-teriak. “Komnas HAM pengkhianat, antek asing.

 

Bubarkan Komnas HAM!” teriak massa, Kamis (20/6/). Beberapa personel PM terus mengawal Siti hingga masuk ke dalam mobil Innova warna putih. Namun saat mobil akan berjalan, seorang pendukung prajurit Kopassus memukul kaca spion mobil yang ditumpangi Siti. Beruntung kaca mobil tidak pecah. Lebih Diperketat Panglima TNI Agus Suhartono menyesalkan kejadian itu. “Nggak boleh begitu,” kata Agus di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (20/6).

 

Agus memastikan, dalam sidang berikutnya pengamanan akan lebih diperketat lagi. TNI juga akan meminta bantuan dari kepolisian untuk membantu. “Nanti saya minta bantuan Pak Kapolri,” lanjut Agus. Suasana Pengadilan Militer (Dilmil) II- 11 Yogyakarta, terasa kontras. Di dalam gedung, 12 anggota Kopassus Kandang Menjangan Kartasura tengah menjalani sidang atas dakwaan pembunuhan empat tahanan LP Cebongan Sleman pada 23 Maret 2013.

 

Sementara di halaman, ratusan orang berunjuk rasa menyuarakan dukungan bagi para terdakwa. Kelompok pendukung ini berasal dari berbagai ormas di antaranya Anak Kolong Bergerak, Gardu Keadilan, Brigade Merah Putih, Gerakan Regenerasi Nasional, Gerakan Pemuda Kerakyatan, dan Gerakan Mahasiswa Merah Putih. Organisasi lainnya adalah Forum Masyarakat Jogja Cinta Damai, Jaringan Mahasiswa dan Pemuda Jogja Bersatu, Solidaritas Warga Jogja Peduli Pariwisata, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu, Gerakan Fajar Nusantara, FKPPI, dan Pemuda Pro TNI-Polri.

 

Seluruh ormas ini mengatasnamakan aliansi masyarakat sipil tolak intervensi propaganda kebebasan HAM. Mereka menggelar orasi di halaman gedung dengan mengenakan pakaian seragam ormas masing-masing. Massa juga menggelar aksi teatrikal menggambarkan Dewi Themis sebagai perlambang keadilan hukum. Koordinator lapangan, Donny P Manurung mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap 12 anggota Kopassus yang menjadi terdakwa dalam persidangan kasus ini.

 

“Mereka telah berjasa dalam pemberantasan aksi premanisme, dan sebagai efek jera bagi semua pelaku kejahatan,” katanya. Antusiasme massa tidak hanya berhenti sampai disini. Mereka tetap mengikuti jalannya proses sidang, meski tidak bisa masuk ke dalam ruangan dan hanya menyaksikan dari televisi layar lebar yang dipasang di depan gedung Dilmil. Mereka bertahan sampai sidang pembacaan dakwaan usai digelar sekira pukul 12.30. Namun aksi itu sempat diwarnai kegaduhan.

 

Di sela sidang, beberapa orang berteriak saling bersahutan bahkan ada yang menyerukan agar terdakwa dibebaskan. “Kami berharap hal semacam itu tidak terjadi lagi. Saya mengerti perasaan mereka tapi jangan sampai menggangu jalannya sidang,” kata Kepala Pengadilan Militer Utama TNI Laksamana Muda AR Tampubolon. Tak hanya itu, massa juga sempat menghalang-halangi mobil yang dinaiki Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila saat akan keluar dari area gedung Dilmil sembari mengeluarkan caci-maki.

 

Beruntung, polisi militer sigap mengamankan hingga kendaraan Toyota Innova warna putih tersebut bisa keluar dari kepungan massa. Sesuai kesanggupan pihak Dilmil II/11 Yogyakarta, untuk mengantisipasi keinginan masyarakat mengikuti proses persidangan dan terbatasnya ruang, maka disediakan empat TV di luar dua ruangan sidang. (J1,P58,sgt,dtc-80)

 

 

Sumber

:

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/06/21/228416/PM-Kawal-Ketua-Komnas-HAM

Penulis

:

-

Publish

:

21 Juni 2013

 

 
Enjoyed this article? Share it