Komnas HAM Perwakilan Kalimantan Barat Selesaikan 24 Kasus
PONTIANAK--Kasus-kasus pengaduan pelanggaran Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat ternyata masih banyak yang belum terselesaikan. Tahun 2011 dari 86 aduan di Komnas HAM perwakilan Kalbar, baru 24 kasus aduan yang terselesaikan. Sisanya masih dalam pemantauan atau sudah dihentikan.
Berdasarkan data Unit Layanan Penerimaan Pengaduan Komnas HAM Perwakilan Kalimantan Barat, klasifikasi hasil aduan adalah sebagai berikut, pengaduan selesai 24 kasus. Sementara kasus yang dihentikan sementara 4 kasus, dan 1 kasus yang dihentikan permanen. Sisanya 37 kasus masih dalam pemantauan aktif 37, dan 12 dipantau secara pasif.
Mengapa baru sedikit kasus yang terselesaikan? Kepala Komnas HAM Kalbar, Kasful Anwar menjawab, banyak faktor yang menyebabkan lambatnya penanganan kasus HAM di Kalbar. Selain itikad baik dari pihak teradu, masalah yang lain adalah terbatasnya personil untuk menangani wilayah Kalbar yang begitu luasnya. Apalagi, Komnas HAM Kalbar tak punya kantor perwakilan di kabupaten/kota.“Kendala yang kami hadapi selama ini adalah pihak yang diadukan lama merespon permintaan tanggapan dari Komnas HAM. Terkait fungsi pemantauan, kadang lokasi yang jauh terpencil dan sulit dikases menjadi kendala. Butuh dana yang besar untuk menangani semua kasus yang ada di Kalbar,” ungkapnya.
Meskipun demikian, tahun 2011 jumlah aduan pelanggaran Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat menurun cukup drastis. Menurut data, pada tahun ini hanya ada 86 kasus yang ditangani Komnas HAM (sampai 29 Desember). Angka tersebut jauh di bawah tahun 2010 yang mencapai 103 kasus, atau 2009 yang tembus 115 kasus.
Namun, Kasful menilai, menurunnya jumlah aduan bukan berarti tingkat pelanggaran HAM di Kalbar membaik. Malahan pelanggaran HAM tahun ini lebih hebat dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Kalau dilihat secara kuantitas aduan, jumlah pelanggaran HAM memang menurun. Tapi jika dilihat kasus per kasus, kondisi korban, dan tindakan pelaku, saya rasa jauh lebih berat dan masif. Pelanggaran yang kita temukan lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Kasful.(ars)
|
Mobile Read |
Publish : Senin 2 Januari 2012 Penulis : - Editor : - Sumber : http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=104283 |
Terakhir diperbaharui (Jumat, 06 January 2012 21:44)



















