Kantor Perwakilan

Komnas HAM Memantau Eksekusi Lahan di Luwuk, Sulteng

Komnas HAM melalui Kantor Perwakilandi Sulawesi Tengah, melakukan pemantauan atas dugaan pelanggaran HAM dalamperistiwa eksekusi lahan di Tanjung Sari, Kabupaten Luwuk, Sulteng, pada Senin,19 Maret 2018.

Hal ini bermula dari sengketa lahanseluas 38.984 M2 antara ahli waris keluarga Salim Albakar dengan keluarga DatuAdam. Proses gugatan ini dilaksanakan di seluruh tingkatan peradilan sampaipada tahap kasasi di Mahkamah Agung yang memenangkan pihak ahli waris keluargaDatu Adam.


Proses sengketa masih berlanjuthingga kemudian dilakukan eksekusi oleh Pengadilan Negeri Luwuk, padahal didugaobyek perkara berbeda dengan putusan pengadilan. Eksekusi pertama dilakukan pada3-6 Mei 2017, dengan dikawal oleh ratusan aparat negara.


Pada Senin, 19 Maret 2018, eksekusilanjutan kembali dilakukan di atas lahan yg diduga bukan merupakan obyek sengketa denganpengawalan ketat dari sekitar 1.000 aparat gabungan dari Polri dan TNI, yangberujung terjadinya bentrok antara masyarakat yang bersikukuh mempertahankan haknya denganaparat keamanan. 


Menurut Kepala Kantor Komnas HAM PerwakilanSulteng, Dedi Askary, sebagai akibat eksekusi ini, diduga sedikitnya 200 unit rumah warga tergusurdan 343 kepala keluarga yang terdiri atas 1.411 jiwa telah menjadi korban."Padahal, sebagian masyarakat korban diduga telah memiliki Sertifikat Hak Milik(SHM) dan sebagian sedang dalam proses pengurusan," ujar Dedi.


Atas peristiwa ini, Komnas HAMtengah mengumpulkan data, informasi dan fakta sebagai bahan lebih lanjutmenangani kasus ini dalam perspektif HAM sebagaimana diatur di dalamUndang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dimana di dalam Pasal 36 ayat (2) ditegaskan, hak milik tidak boleh dirampas secara sewenang-wenang melawan hukum. (Dedi)