Laporan Tahunan Komnas HAM RI Perwakilan Papua

  • Penulis: Komnas HAM Perwakilan Papua
  • Penerbit: Komnas HAM Perwakilan Papua

Setiap masyarakat memiliki social imaginary-nya sendiri, tentang apa yang mereka impikan sebagai masa depan yang adil, makmur dan penuh kedamaian serta kebahagiaan. Namun, seringkali harapan indah itu terhalangi karena yang hadir malah social misery, kesengsaraan sosial yang dirasakan bersama-sama. Tentu saja, imajinasi sosial yang berisi harapan mau pun sebaliknya kesengsaraan sosial, keduanya adalah pandangan subjektif masyarakat itu di dalam mendefinisikan hidup mereka. Subjektifitas adalah titik penting bagi mereka untuk menjelaskan siapa dan bagaimana mereka memberikan penilaian terhadap nasib mereka. Subjektifitas itu bisa menyempit atau meluas, akan sangat bergantung pada interaksi budaya satu masyarakat dengan yang lainnya. Interaksi yang terbuka dan saling menerima, akan memperlebar dan melenturkan subjektifitas. Dia akan bersosialisasi ke dalam kolektifitas masyarakat yang kian meluas, bisa melebihi batas etnis dan ras tertentu. Bangunan kolektifitas itu pula yang kemudian menjadi titik awal terbentuknya identitas antar ras-etnis, yang kemudian kita kenal dengan istilah bangsa atau bahkan negara-bangsa (nation- state).