Kabar Latuharary

Partisipasi Unit Perpustakaan Komnas HAM dalam Festival HAM

Dalam Festival HAM yang dilaksanakan di Bojonegoropada 28 November - 2 Desember2016, Tim Perpustakaan di Bagian Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM berpartisipasi dengan membuka standpameran.

Dalam pameran, Komnas HAM mengusung konsep mind map dan ekspose aktivitas Komnas HAM sepanjang tahun 2016.

Meskipun hanyadidukung oleh 3 (tiga) orang denganperalatan pameran yang terbatas, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat dan kreativitas tim untukmempublikasikan Komnas HAM melalui media pameran dengan mengedepankan interaksidengan para pengunjung pameran, sehingga konsep mind map menjadi pilihan dalam pameran kali ini.

Pengunjung pameran ini sangat beragam dariaparatur Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, akademisi, lembaga swadayamasyarakat, mahasiswa, pelajar,pemerintah daerah yang lain dan masyarakat umum.

Selama kegiatan berlangsung, antusias pengunjunguntuk mendapatkan informasi sangat besar hal ini dapat dilihat dari banyaknyapertanyaan dan diskusi yang cukup beragam dari pengunjung. Kebutuhan informasiterkait tugas, fungsi dan mekanisme pengaduan serta kedudukan Komnas HAM menjaditopik yang sering disampaikan.

Masukan Pengunjung

Ada beberapa hal yang lebih kongkrit yang disampaikan oleh pengunjung untuk segeradilakukan oleh Komnas HAM,yaitu kampanye yang masif yang melibatkan seluruh unsur masyarakat terutamamasyarakat Bojonegoro, yang sangat siap untuk berpartisipasi. Kemudian, memberikan pengetahuan dan pemahaman HAM pada masyarakatpedesaan juga kepada aparatur Pemerintah Daerah.

Bahkan ada beberapa insiatif yang dilontarkan dalamtawaran-tawaran kerjasama yang disampaikan oleh beberapa kepala desa, pejabatdilingkungan Kabupaten Bojonegoro, Inspektorat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,dan beberapa dinas yang ada di Kabupaten Bojonegoro.                                

Dari beberapa informasi yang disampaikan olehpengunjung cukup memberikan inspirasi terkait kegiatan Kota HAM, salah satunyaadalah memperkuat peran desa dalam pembangunan berbasis HAM baik di perencanaan,pelaksanaan maupun di evaluasi, monitoring dan pelaporan.

Beberapa guru yang berkunjung di booth Komnas HAM, disampaikan juga informasi tentang Gerakan Smart School yang mendukung programPemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk mewujudkan GDSC (Gerakan Desa Sehat danCerdas) melalui sekolah. Program itu diharapkan mewujudkaa sekolah yang sehat dan cerdas akantumbuh manusia dewasa yang sehat, cerdas, mandiri, berkarakter, berdaya tahan,berdaya saing, unggul dan bermartabat.

Kegiatan Festival HAM merupakan salah satu carayang cukup efektif dalam penyebarluasan informasi tentang HAM, terutama terkaittugas fungsi dan kedudukan Komnas HAM, baik pengunjung maupun panitia,khususnya tim perpustakaan, berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan danKomnas HAM dapat berpartisipasi lebih kreatif dan inovatif. (Happy H)

 

Short link