Pendidikan dan Penyuluhan

Audiensi "Sekolah Ramah HAM" di Dinas Pendidikan Jabar

“Kami menyambut baik tawaran Komnas HAMuntuk melaksanakan program Sekolah Ramah Hak Asasi Manusia (SRH) di ProvinsiJawa Barat,” kata Dodin Rusmin Nuryadin, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK)Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Hal itu diutarakan
dalam audiensi dengan Tim SRH Komnas HAM di KantorDisdik Provinsi Jabar di Jalan Dr. Radjiman No.6 Bandung, Jawa Barat, padaSelasa (29/8/17).

Tim SRH Komnas HAM terdiriatas Rusman Widodo, Sugeng Sukotjo, Didong Deni Anugrah, dan Novalia Febiola.Mereka bertemu dengan Dodin, mewakili Kepala Disdik Provinsi Jabar
Dr.Ahmad Hadadi, untukmembicarakan tentang program SRH KomnasHAM. 

Acara audiensi diawalidengan perkenalan. Setelah itu Sugeng Sukotjo membuka pertemuan denganmenyampaikan
maksud kedatangandari Tim SRH. Sugeng menyampaikan bahwa audiensi dilaksanakan dalam rangkauntuk menginformasikan tentang program SRH Komnas HAM.

“Selain itu, m
enjajakiberbagai peluang yang dapat di kerjasamakan terkait program SR HAM Komnas HAM. Kami berharap Disdik Provinsi Jabar dapat memberikan dukunganpositif terkait program SR HAM Komnas HAM,” ucap Sugeng.

Dodin yang saat itudidampingi oleh Bambang Haryono, Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jabar menyatakan,senang dengan kunjungan Tim SRH Komnas HAM dan mengucapkan terima kasih KomnasHAM telah bersedia berkunjung. Selanjutnya Dodin menyatakan ingin tahu lebihjauh tentang program SRH dan menanyakan hal apa saja yang bisa dibantu ataudidukung oleh Disdik Provinsi Jabar.


Menanggapi permintaan Dodin, Rusman Widodo menjelaskantentang program SR H, yakni
sebuahsekolah yang mengintegrasikan nilai-nilai HAM sebagai prinsip-prinsip intidalam organisasi dan pengelolaan sekolah, di mana nilai atau prinsip HAMmenjadi pusat atau ruh dari proses pembelajaran dan pengalaman serta hadir disemua sisi kehidupan sekolah tersebut.

Implementasi dari konsep SRH ini diharapkan mampumenyelesaikan persoalan pelanggaran HAM di sekolah yang kompleks dan multidimensi,” ujar Rusman Widodo.

Gagasan SRHmuncul karena keprihatinan Komnas HAM melihat maraknya pelanggaran HAM disekolah.
PelanggaranHAM di sekolah dalam beragam bentuk telah menjadi keprihatinan nasional karenakasusnya dari tahun ke tahun cenderung meningkat jumlahnya, lebih beragambentuk perbuatannya, lebih beragam pelaku, lebih beragam korban serta modusoperandinya.

Persoalan ini telah menimbulkangejolak sosial dan hukum di masyarakat yang serius, menimbulkan kekhawatiranbagi para orang tua, dan hilangnya suasana kondusif di sekolah (aman, nyamandan menyenangkan). Bila terus dibiarkan persoalan pelanggaran HAM di sekolahbisa menimbulkan dampak terhambatnya pencapaian tujuan pendidikan nasional,terhambatnya program revolusi mental, serta hancurnya masa depan bangsa.


Lebih lanjutRusman Widodo menyatakan, Jabar dipilih untuk mengimplemantasikan SRH karena Komnas HAM menilai Disdik Provinsi Jabarmemiliki peran penting dan strategis untuk di ajak kerja sama dalamrangka mengimplementasikan SRH karena beberapa alasan.


Yakni, ProvinsiJabar telah menyatakan komitmennya untuk menciptakan sekolah yang aman, nyaman,dan menyenangkan sesuai dengan prinsip-prinsip HAM,  Provinsi Jabar juga memiliki ribuan sekolahmenengah atas yang tersebar di 27 kabupaten/kota.


“Banyakditemukan kasus pelanggaran HAM di tingkat SMA dan yang sederajat di berbagaidaerah di Provinsi Jabar dan Provinsi Jabar memiliki sejumlah sekolah unggulanyang bisa dijadikan sebagai pilot projectSR HAM,” papar Rusman.


Setelahmendengar penjelasan tersebut, Dodin menyatakan siap mendukung implementasiprogram SRH. Dodin menyatakan, Disdik Provinsi Jabar akan membantu sebisamungkin. Lebih jauh, Dodin meminta agar Tim SRH Komnas HAM segera menyiapkanproposal tentang hal-hal apa saja yang bisa dikerjasamakan.


Tim SRH KomnasHAM mengucapkan terima kasih atas respon positif dari Disdik Provinsi Jabar.Tim SRH Komnas HAM akan segera menyiapkan rancangan proposal kerja sama.Harapannya pada 2017 sudah ada kegiatan yang dapat dilaksanakan bersama antaraKomnas HAM dengan Disdik Provinsi Jabar. (RusmanWidodo)
Short link