Kabar Latuharary

Dua Jalur Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu

Ketua Komnas HAMM. Imdadun Rahmat menegaskan bahwa penyelesaian atas tujuh kasus pelanggaranHAM yang berat di masa lalu dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu pengadilan(yudisial) dan di luar pengadilan (non yudisial).

Pernyataan KetuaKomnas HAM tersebut disampaikan pada konferensi pers yang diadakan di kantorKomnas HAM di Jakarta Pusat pada Kamis (2/2/2017). Hal ini untuk menepis adanyainformasi yang keliru bahwa kasus-kasus HAM yang berat di masa lalu akandiselesaikan melalui mekanisme di luar pengadilan.


Tujuh kasus HAM berat di masa lalu itu adalah Kerusuhan Mei 1998, Tragedi Trisakti, Semanggi I dan Semanggi II, Kasus Penghilangan Orangsecara Paksa 1997/1998, Kasus Talangsari Lampung, Penembakan Misterius 1984,Tragedi 1965-1966, dan Kasus Wasior Wamena Papua Barat. Komnas HAM telah menyelesaikanpenyelidikan atas kasus-kasus tersebut sesuai dengan UU tentang Pengadilan HAM.

Untuk kasusWasior (2001) dan Wamena (2003), akan diselesaikan melalui mekanisme yudisialyaitu pemeriksaan di pengadilan, sebagaimana diatur dalam UU No. 26 Tahun 2000tentang Pengadilan HAM.  Saat ini,  Komnas HAM selaku penyelidiksedang melengkapi berkas penyelidikan untuk segera ditindaklanjuti denganlangkah penyidikan
oleh Kejaksaan Agung.

Sedangkan untuk 6(enam) kasus lainnya, hingga kini belum ada titik temu antara penyelidik danpenyidik  terkait dengan berbagai masalahyang bersifat teknis hukum atas peristiwa-peristiwa tersebut. (MDH)

*Foto: Kompas/ Fachri Fachrudin


 


Short link