Kabar Latuharary

Proyek Strategis Nasional Kurang Perhatikan Perspektif HAM

Tim Penyusunan PanduanPembangunan Infrastruktur Berbasis HAM mengadakan diskusi dengan AH. Maftuchanpada Senin, 10 April 2017. Diskusi tersebut membahas tentang draft kajianregulasi dan kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diatur di dalamPerpres No. 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.

Dalam diskusi tersebut, Maftuchanmemaparkan bahwa berdasarkan hasil kajian yang ia lakukan, regulasi dankebijakan PSN hanya fokus pada aspek teknis prosedural semata, sedangkan aspekmanusia dan ekologi, belum diatur. “Komite Percepatan Pembangunan Infrastrukturdiisi oleh aktor-aktor teknis. Tidak ada aktor yang menangani aspek sosial danbudaya, misalnya,” ujar Maftuchan.

Maftcuhan juga memaparkan bahwagejala booming infrastruktur tidakhanya terjadi di Indonesia, namun juga di negara-negara maju seperti Inggrisdan Swiss. “Investasi infrastruktur menjadi pilihan di saat komoditi mulai lesu(decline),” katanya.

Pembangunan Infrastruktur sebenarnyaadalah bagian dari pemenuhan HAM. Namun, hal ini tidak cukup nampak dariproyek-proyek infrastuktur yang diprioritaskan Presiden Jokowi. “Ada sekitar226 Proyek Strategis Nasional. Namun, hampir semuanya fokus pada pembangunan infrastrukturbesar,” papar Maftcuhan.

Ia juga mencatat tidak adaketentuan secara eksplisit tentang aspek HAM dalam kebijakan infrastukruktur.Tidak ada BUMN yang terlibat dalam PSN yang secara eksplisit menyatakankomitmennya untuk menghormati HAM. Pun dengan akses kelompok marjinal danrentan, tidak diperhatikan di dalam kebijakan PSN.

“Sebagai bentuk dari kajian yangberbasis pada bukti, maka kajian lapangan menjadi penting untuk mengkonfirmasiantara prinsip HAM, regulasi, dan implementasi di lapangan,” saran Maftuchan.

Saran dan hasil Diskusi tersebutuntuk selanjutnya akan dipergunakan untuk menyempurnakan draft kajian regulasidan kebijakan yang diharapkan bisa selesai pada April 2017.

Diskusi diikuti oleh KomisionerSiti Nurlaila, Roichatul Aswidah, dan Imdadun Rahmat. Disamping itu, juga hadiranggota Tim dari Subkom Pemantauan yaitu Andrie Wahyu, Nurjaman, dan Poppy, serta dari Subkom Pendidikan/Penyuluhan Mimin DH. (MDH)    

Short link