Kabar Latuharary

Evaluasi Program Kerjasama Pencarian Anak Hilang Timor Leste

Komnas HAMdan Provedoria Dos Direitos Humanos E Justica (PDHJ) atau Komnas HAM TimorLeste, pada 14-16 Agustus 2017 di Bali, mengadakan kegiatan Evaluasi ProgramPencarian, Pendataan dan Reuni Anak-anak Timor Timur yang Dipisahkan dariKeluarganya Selama Masa Konflik Indonesia-Timor Leste Tahun 1974 – 1999.

Mengingatupaya pendataan, pencarian dan reuni anak-anak Timor timur yang dipisahkan darikeluarganya selama masa konflik merupakan kesepakatan Komnas HAM - PDHJ, makaperlu adanya evaluasi program.


Tujuanevaluasi ini untuk mendapatkan pembelajaran dan praktik terbaik demi memastikankeberlanjutan program ini dan membuatnya menjadi lebih berdampak bagi korbandan para pemangku kepentingan Komnas HAM - PDHJ.


Komnas HAM diwakiliKomisioner Sandra Moniaga, SriYana (Plt. Kepala Biro Perencanaan, PengawasanInternal, dan Kerja Sama) dan staf. Dari PDHJ, hadir Filomena Dias, Sonia F,Silbinia Pinto.


Selain kedualembaga itu, hadir pula Ross Ornai ( ICRC), Galuh Wandita (AJAR Institute),Zaenal Mutaqin (IKOHI), Sisto dos Santos dari Yayasan HAK dan Hugo Fernandes (CentraNasional Chegal).


Lembaga-lembagatersebut bekerjasama dalam rangka menemukan anak-anak yang hilang dandipindahkan ke Indonesia ketika masa konflik di Timor Leste. Tim juga telahbekerja membangun komunikasi  denganbeberapa Kementerian dan/atau Lembaga Negara di Indonesia dan Timor Leste, melaluikegiatan pemantauan bersama, pendokumentasian, dan pengembangan pangkalan data.


Adapunkegiatan yang telah dilakukan oleh Tim Bersama sampai dengan awal tahun 2017,baik di Indonesia maupu Timor Leste, adalah koordinasi dan penyusunan rencanakerja bersama antara Tim Bersama di Indonesia yang berjalan terus; pemantauanoleh Tim Bersama Indonesia untuk mencari anak yang diambil dari keluarganya diIndonesia; pemantauan oleh Tim Bersama untuk Timor Leste untuk mencari keluargadi Timor Leste; rapat koordinasi Tim Bersama.


Lebihlanjut, pengembangan data base anak-anak Timtim yang dipisahkan darikeluarganya periode 1974-1999 yang dilakukan oleh Tim Komnas HAM; reunikeluarga yang pada tahun 2016 dilakukan sebanyak 2 (dua) kali; dDialog denganbeberapa kementerian untuk mendorong implementasi rekomendasi KKP pada tahun2017; dan pelibatan media dalam proses reuni di Timor Leste. (Faiz)


Short link