Kabar Latuharary

Komnas HAM Berpartisipasi dalam Konferensi Kelanjut-usiaan dan HAM

TheAsia-Europe Meeting (ASEM), sebuah forum dialog internasional yangberanggotakan 28 Negara Uni Eropa, 2 Negara Eropa Lainnya, 21 Negara Asia, danASEAN Secretariat, kembali menyelenggarakan Konferensi Internasional tentang Kelanjut-usiaan(ageing) di Seoul, Korea Selatan pada19 – 21 September 2017.

Konferensi untuk kali yang kedua inibertemakan Global Ageing and Human Rightsof Older Person (kelanjut-usiaan Global dan hak asasi manusia bagi lansia).Forum Global ini juga didukung oleh National Human Rights Commission of Korea(NHRCK) dan Asia Pacific Foum (APF).Konferensi ini secara umum bertujuan untuk memperkuat kerjasama dan kolaborasiantara anggota ASEM dan komunitas internasional dalam perlindungan dan promosihak-hak asasi untuk lansia.

Satu hari sebelum konferensi dibuka,yaitu pada tanggal 18 September 2017, NHRCK mengundang National Human Rights Institutions (NHRI) yang tergabung dalamkepesertaan Global Aliance of NationalHuman Rights Institutions (GANHRI), termasuk didalamnya adalah Komnas HAM,untuk berdialog bersama membicarakan kontribusi yang dapat dilakukan GANHRIdalam meningkatkan penikmatan hak-hak asasi bagi lansia baik dalam skalanasional maupun internasional.

Dalam pertemuan ini, Komnas HAM yangdiwakili oleh Special Rapporteur untukpenyandang disabilitas dan lansia, Bapak Ansori Sinungan dan Staf PenelitiMochamad Felani, mempresentasikan tentang apa yang telah dilakukan komnas HAMdalam isu hak-hak asasi lansia di Indonesia, dan bagaimana hambatan yangdihadapi.

Komnas HAM ingin menunjukan bahwaNHRI memiliki peran dan posisi yang penting dalam perubahan paradigma dalammemandang lansia sebagai manusia yang bermartabat, tidak hanya sebagai obyekyang perlu dikasihani. Perubahan pendekatan dari belas kasihan (charity) menjadi pendekatan HAM perluuntuk dilakukan.

Setelah anggota GANHRI berdialogmengenai kontribusi dalam perlindungan dan penghormatan HAM bagi Lansia,keesokan harinya, tanggal 19 September 2017 mulai dibuka konferensiinternasional ASEM yang kedua.

Konferensi ini dihadiri oleh angotaASEM, baik dari Pemerintah, NGO, Internasional NGO, dan NHRI. Selain KomnasHAM, delegasi Indonesia yang hadir adalah perwakilan dari Kementerian SosialDirektorat Jenderal Lansia, Bapak Muman Nuryana.

Konferensi terbagi menjadi 4 sesi,dimana setiap sesi dibahas isu-isu besar terkait hak-hak asasi lansia. Keempatisu tersebut adalah: 1. Tren internasional dan perkembangan terkini tentanghak-hak asasi lansia; 2. Pemantauan dan implementasi ‘Madrid International Planof Action on Ageing’ MIPAA pada masing-masing Negara; 3. SDGs dan Promosihak-hak asasi lansia pada masing-masing angota ASEM; dan 4. Mengukurpeningkatan kerjasama dari komunitas internasional untuk hak-hak asasi lansia.

Selain memperkuat jaringan dankerjasama internasional, melalui Konferensi ini, masing-masing Negara dapatsaling berbagi informasi dan saling mempelajari praktik-praktik penghormatan,perlindungan, dan pemenuhan HAM bagi Lansia.

Konferensi ini menjadi sangatpenting dan mendesak, mengingat jumlah masyarakat dunia yang termasuk dalamkategori lansia, jumlahnya semakin bertambah, seiring dengan meningkatnya angkaharapan hidup dari masing-masing Negara. Bukan tidak mungkin, masyarakat lansiamenjadi mayoritas dalam sebuah Negara, atau bahkan di dunia.

Dibutuhkan sebuah komitmen yang kuatdari pemangku kepentingan demi terciptanya Negara-negara yang ramah terhadaplansia dan juga untuk mempersiapkan sedini mungkin kemungkinan-kemungkinan yangterjadi apabila lansia menjadi mayoritas dalam demografi dunia nantinya. (Felani)
Short link