Kabar Latuharary

Komnas HAM Berdiskusi dengan Komisioner Tinggi HAM PBB

Komnas HAM menerima kunjunganKomisioner Tinggi HAM PBB, Zeid Ra’ad Al Hussein, pada 5 Februari 2018. KomnasHAM adalah institusi negara pertama yang mendapatkan kunjungan dari KomisionerZeid.

Komisioner Zeid berkunjung keIndonesia pada 5-7 Februari 2018 atas undangan Pemerintah RI. Sebelumberkunjung ke Komnas HAM, Komisioner Zeid menyampaikan pidato dalam SeminarInternasional untuk memeringati 70 tahun Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia(DUHAM), 25 Tahun Deklarasi Vienna dan Program Aksi. Seminar diselenggarakanoleh Kemenlu RI di Pejambon, Jakarta Pusat.

Bagi Komnas HAM, kehadiran KomisionerTingi HAM PBB ini juga bersamaan waktunya dengan momentum 25 tahun Komnas HAM,yang akan diperingati pada 7 Juni 2018.

Dalam pertemuan yang berlangsung dikantor Komnas HAM tersebut, Ketua Komnas HAM  Ahmad Taufan Damanik menjelaskan mengenai pentingnya kerjasama Komnas HAMdengan pemerintah baik di tingkat pusat maupun lokal, Institusi HAM Nasional, danorganisasi kemasyarakatan.

Selain menjelaskan tentang isustrategis Komnas HAM yaitu pelanggaran HAM yang berat masa lalu, konflikagraria, pencegahan ekstrimisme dan penataan kelembagaan, Ketua Komnas HAM jugamenjelaskan beberapa isu lain yaitu isu reformasi hukum dan isu Papua.

Untuk isu reformasi hukum, Komnas HAMmenyampaikan bahwa Komnas HAM akan mengawal dengan memberikan muatan HAM terhadap proses reformasi hukum, termasukRUU KUHP. Sementara itu untuk isu Papua, Komnas HAM tetap akan mendorongpemerintah Indonesia untuk menghentikan kekerasan di Papua dan agar hak-hakekosob masyarakat Papua seperti hak atas kesehatan dan hak atas pendidikandipenuhi.

Bagi Komisioner Tinggi HAM PBB, apayang disampaikan oleh Komnas HAM merupakan tantangan bagi seluruh fungsi yangdimandatkan Komnas HAM di dalam Undang-Undang tentang Hak Asasi Manusia, yaitu pendidikanpenyuluhan, pengkajian penelitian, pemantauan dan mediasi.

Menurut Komisioner Zeid, untukpelanggaran HAM yang berat masa lalu, Indonesia perlu mengedepankanrekonsiliasi di dalam masyarakat daripada masyarakat saling menunjuk satu samalain. “Indonesia dapat belajar dari pengalaman Afrika Selatan dan beberapa negaralain,” ungkap Zeid, yang berkewarganegaraan Yordania.

Dalam pertemuan selama satu jamtersebut, selain Ketua Komnas HAM, hadir wakil ketua Komnas HAM yaitu SandraMoniaga dan Hairansyah, dan para komisioner yaitu Beka Ulung Hapsara,Munafrizal Manan, Amirudin, dan Mohamad Choirul Anam. Turut hadir SekretarisJenderal Komnas HAM Dr. Tasdiyanto dan para kepala biro. (Sasanti)

Short link