Kabar Latuharary

Kuliah HAM bagi Peserta Sespimti Polri/TNI

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menyampaikan kuliah di hadapan puluhan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri di Lembang, Bandung, pada Senin (27/8/18).

Sespimti Polri secara reguler mengundang Komnas HAM untuk memberikan materi pada setiap angkatan. Dalam pendidikan regular Sespimti yang ke-27 ini,  diangkat tema “Meningkatkan Kemampuan Staf Dan Pimpinan Tingkat Tinggi yang Profesional, Modern Dan Terpercaya (Promoter) Melalui Democratic Policing Guna Mengantisipasi Dinamika Politik Dan Ekonomi Global Dalam Rangka Mendukung pembangunan Nasional. 

Komisioner Beka Ulung Hapsara menyampaikan materi tentang “Strategi Komnas HAM dalam Membangun Kerjasama Global dan Nasional”  di hadapan 47 peserta pendidikan, 6 diantaranya berasal dari tiga angkatan di TNI. 

Dalam paparannya, Beka menjelaskan aspek kelembagaan Komnas HAM sebagai lembaga mandiri yang diberikan mandat diantaranya oleh Undang-Undang tentang Hak Asasi Manusia, dan tantangan dalam tugas dan fungsi Kepolisian dalam menegakkan HAM serta berbagai upaya kerjasama Komnas HAM di forum internasional dan nasional. 

Beka memberikan apresiasi kepada Polri yang telah berhasil menurunkan angka dugaan pelanggaran HAM yang dilaporkan ke Komnas HAM hingga 70% di tahun 2017, dibandingkan angka pada 2016.

“Kami mengapresiasi pencapaian ini, dimana jumlah aduan dugaan pelanggaran HAM turun dari 1.500 an kasus di tahun 2016 menjadi 500-an kasus pada 2017”, ungkap Beka. 

Beka juga mengungkapkan bahwa upaya kerjasama yang dilakukan Komnas HAM terhadap TNI tahun ini sudah mulai dibangun dengan diawali kunjungan Komnas HAM ke Mabes TNI pada bulan Juli lalu.

“Komnas HAM pada Juli lalu telah berkunjung ke Mabes TNI di Cilangkap, Saya berharap melalui rekan-rekan TNI yang ada di forum ini kerjasama dua lembaga negara untuk lebih ditingkatkan”, terangnya.

Sesi kuliah singkat ini kemudian ditutup dengan pemberian sejumlah terbitan buku bertema hak asasi manusia diantaranya adalah empat Buku Saku HAM untuk Satuan Reserse, Sabhara, Tahanan dan Barang Bukti serta Korps Brimob. (Ibn)
Short link