Kabar Latuharary

Dikluh Selenggarakan Rapat Kerja

Latuharhary – Bagian Pendidikandan Penyuluhan melangsungkan Rapat Kerja di Bogor pada Selasa, 12 s.d. 15 Februari2019.

Pada kesempatanraker ini, Bagian Dikluh mengundang sejumlah pihak yang beririsan denganpekerjaan-pekerjaan yang selama ini dilakukan Dikluh yaitu International NGO Forum for IndonesiaDevelopment (Infid), Peraturan dan Perundang-undangan KementerianPembangunan Nasional (Bappenas), dan Komandan SatuanPelatihan Brimob (Kombespol Norman).

Turut hadir padakegiatan ini adalah Pimpinan Komnas HAM yang diwakili oleh Wakil Ketua Bidangeksternal, Koordinator Pemajuan HAM yang menjabat sebagai Komisioner SubkomisiPendidikan dan Penyuluhan, Kepala Biro  Dukungan Pemajuan HAM, Pejabat struktural, fungsional, dan staf di BagianDukungan Penyuluhan, serta Fasilitator

KoordinatorPenegakan HAM, Beka Ulung Hapsara, dalam kata sambutan dan pembukaan,menyampaikan bahwa Raker Dikluh kali ini patut mempertimbangkan latar belakangpersoalan yang terdiri dari beberapa faktor internal dan eksternal. Terkaitfaktor eksternal, momen Pilpres, reformasi kelembagaan di beberapa lembaga al.Kepolisan, Kemenkumham, dan Pemda patut menjadi perhatian. Kendati demikian,hal-hal yang berseberangan dengan HAM masih saja berlangsung al. kekerasan aparatn dan kebijakan-kebijakanyang tidak berpihak pada HAM.

Sementara terkaitkondisi internal, yang patut menjadi perhatian adalah pengisian jabatanstruktural yang kosong dari level esselon 2 s.d. esslon 4, penambahan CPNS, masihterdapat beban laporan keuangan (WDP), reformasi kelembagaan kaitannya dengankerjasama (membangun sinergi dengan semua unit di Komnas HAM), dan seterusnya.

“Dikluh harus lebihbaik dari tahun sebelumnya, baik dari mekanisme kerja, output, serapan anggaranserta kreativitas,” tukasnya.

Perlu disampaikanbahwa dalam beberapa tahun terakhir Bagian Dukungan Penyuluhan juga telah merancang dan melaksanakanbeberapa Program Kegiatan unggulan diantaranya adalah : Polisi berbasis HAM, Kab/Kota HAM dan Sekolah Ramah HAM. Program inisudah dilaksanakan sejak tahun 2015. Dampak dari program kegiatan tersebut bisadinilai dengan adanya kerjasama-kerjasama yang bersifat teknis dengan berbagaiKementrian, Lembaga maupun Pemerintah Daerah. Salah satu contohnya adalahpenyusunan buku saku untuk polisi. Program ini menjadi sangat strategis karenamenjadi upaya preventif yang dilakukan oleh Komnas HAM untuk mencegahterjadinya Pelanggaran HAM. Contoh lain pengaruh dari Program Kab/KotaHAM dan Sekolah Ramah HAM adalah adanya kebijakan berperspektif HAM padatingkat pemerintah daerah dan Institusi Pendidikan yang telah mendapatkanintervensi dari Bagian Penyuluhan Komnas HAM.

Raker kali ini bertujuanuntuk merumuskan proyeksi kegiatan Bagian Dukungan Penyuluhan untuk 5 tahunkedepan yang nanti akan dimasukan kedalam Rencana Strategis Komnas HAM 2020 –2024, merumuskan dan menyusun program kegiatan Bagian Dukungan Penyuluhan untukTA 2020 yang akan diusulkan dalam Forum Komunikasi (Forkom) 2019, serta menyusun strategi pelaksanaan kegiatan Bagian Dukungan Penyuluhan TA.2019. (ENS)

Short link