Kabar Latuharary

Aspek Demografi Sebagai Salah Satu Pendekatan Pemantauan SDGs di Indonesia

Pekanlalu, Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, berkesempatan menjadi salahsatu partisipan side-event Asia Pacific Forum on Sustaitable Development(APFSD) Ke-6 yang diselanggarakan di United Nation Convention Center, Bangkok,Tailand. APFSD yang selenggarakan dari 27 s.d. 29 Maret 2019 merupakan platform regional paling inklusif tentangpembangunan berkelanjutan di Asia dan Pasifik dan diselenggarakan oleh United Nation Economicand Social Commission for Asia and the Pacific (UN ESCAP).

Side-eventyang judul “Empowering the mostmarginalized and ensuring inclusiveness and equality: Realizing the SDGsthrough Human Rights” merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman dengan TheDanish Institute of Human Rights (DIHR) sebagai pengorganisir acara. Side-eventini mensoroti keterkaitan antara Sustainable Development Goals (SDGs) denganhak asasi manusia.

Dalamside-event yang diselenggarakan pada hari Jumat, 29 Maret 2019, Komnas HAMmenyoroti aspek demografi sebagai salah satu pendekatan dalam memantauimplementasi SDGs di Indonesia. “Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besardan beragam. Terdiri lebih dari 1.300 suku bangsa dan 600 bahasa daerah,” ujarBeka saat memberikan alasan mengapa pendekatan aspek demografi tepat untukIndonesia. Selain itu, pendekatan demografi dapat melenggakapi kebutuhan datapenduduk yang menjadi salah satu hambatan memantau implementasi SDGs diIndonesia.

Pendekatandengan aspek demografi ini merupakan hasil penelitian Lembaga Demografi FEBUI.Penelitian tersebut menggunakan basis data indikator SDGs dan HAM yangdikembangkan oleh Komnas HAM dan UNESCO dari tahun 2017.

Selaindari Indonesia, hadir pula perwakilan dari Filipina dan Thailand yang masing-masingfokus kepada isu masyarakat adat dan pembela HAM (human rights defender)sebagai panelis. Selain itu, dari DIHR juga memperkenalkan basis data indikatorSDGs dan HAM yang mereka kembangkan sebagai salah satu alat yang dapatdigunakan dalam memantau implementasi SDGs. Selain mengkaitkan indikator SDGsdan hak asasi manusia, basis data ini juga mengkaitkan rekomendasi-rekomendasiyang dikelurkan oleh PBB terkait dengan SDGs.

SDGssendiri merupakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang berisi 17 tujuan dengancapaian yang teratur dan tenggat yang telah ditentukan PBB sebagai agendapembangunan dunia. SDGs merupakan kelanjutan dari Millennium Development Goals(MDGs) yang telah berakhir pada 2015. Sedangkan SDGs dimulai dari 2015 dan akanberakhir pada 2030. (Nur Afifa Fauzia).