Kabar Latuharary

CASN Komnas HAM Mendapatkan Materi Instrumen dan Mekanisme HAM Nasional

Hayam Wuruk – Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, menyampaikan materi mengenaiInstrumen dan Mekanisme HAM Nasional kepada ratusan Calon AparaturSipil Negara (CASN) Komnas HAM pada kegiatanBasic Human Rights Training (BHRT) atau program pelatihan dasar HAM di Gedung Komnas HAM Hayam Wuruk Jakarta pada Kamis, 4 April2019.

Terkait instrumen nasionalHAM, Taufan menyampaikan bahwa kata tersebut mempunyai arti sebagai alat/aturan hukum yang digunakan untuk menjawab persoalan HAM khususnya terkaitpelanggaran HAM dan pelanggaran HAM yang berat. “Sistem dan cara untukmemproses dan mengatasi persoalan-persoalan HAM tersebut pada level nasionaldisebut sebagai mekanisme nasional HAM,” jelasnya di depan para CASN.

Lebih lanjut, Taufandalam paparannya menegaskan, bahwa sebagaimana ketentuan UUD 1945 khususnya Pasal28 I Ayat (4) telah ditegaskan bahwa tugas perlindungan, pemajuan, penegakandan pemenuhan HAM merupakan tanggungjawab Pemerintah. “Pelaksanaan HAM telahdijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan sebagaimanaprinsip negara hukum yang demokratris,” tukasnya.

Pelanggaran HAM olehnegara, katanya, dapat terjadi apabila Negara tidak menjalankan kewajiban HAM-nya sesuai peraturanperundang-undangan. Sementara sebagaimana ketentuan Statuta Roma khususnyaPasal 5 Ayat (1) yang dimaksud dengan Pelanggaran Berat HAM (Extra OrdinariCrimes/ The Most Serious Crimes) atau kejahatan paling serius adalahkejahatan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang dan kejahatanagresi.

Terlepas dari materiyang disampaikannya tersebut, Taufan juga menyampaikan bahwa dunia yangberkembang yang ditunjukkan dengan intensnya pembangunan dan begitu progresnyaperkembangan terkonologi , telah membawa perabadaban manusia pada levelselanjutnya. “Kondisi ini telah berimbas pada makin kompleksnya persoalan hakasasi manusia sehingga pemahaman kita pun harus berkembang,” tukasnya.

Pada kesempatan yangsama, Taufan juga menyampaikan ajakannya kepada segenap CASN yang hadir untuk bersama-samamelakukan upaya perbaikan di internal lembaga. “Agar mampu memberikan manfaatyang optimal bagi banyak pihak, kita tidak boleh jenuh untuk terus menerusmelakukan perbaikan diri,” lanjutnya.

Percaya diri,menurutnya, sangat penting dalam mengemban tugas memberikan pelayanan kepadamasyarakat. “ Sebagai pegawai ASN, harus makin percaya diridalam menghadapi masalah termasukdalam menerima pengaduan masyarakat,” katanya.

Taufan menyampaikanbahwa optimalisasi pelaksanaan fungsi perlu menjadi perhatian agar dapatmemberikan manfaat yang lebih bagi masyarakat. “Banyak hasil kajian yang harusdiperbaiki. Demikian halnya dengan kegiatan pemantauan dan penyelidikan.Terkait penerimaan pengaduan, hal penting yang perlu saya sampaikan adalah kitaperlu ramah terhadap para pengadu,” tegasnya.

Tak lupa Ketua juga menyampaikanharapannya agar semua Pegawai ASN turut menjaga martabat diri dan lembaga serta tidak bersikap arogan dalam menjalankan tugassehari-hari. “Saya mengharapkan disiplin yang tinggi, sikap hormat terhadapatasan dan santun dalam berbicara,” lanjutnya. (Egi/ ENS)

Short link