Kabar Latuharary

Komnas HAM Selidiki Kasus Kematian Romi Jauhari Pasca Penangkapan Polres Lubuk Linggau

Latuharhary – Komnas HAM melakukan pemantauandan penyelidikan kasus kematian Sdr. Alm. Romi Jauhari pasca penangkapanAnggota Satreskrim Polres Lubuk Linggau di Polres Lubuk Linggau pada Rabu, 24April 2019.

 

Pemantauandan penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM ini merupakan respon dari pengaduanyang telah disampaikan pihak keluarga Sdr. Alm. Romi Jauhari beberapa waktulalu terkait sejumlah keberatan yaitu pertamadiketahui oleh keluarga bahwa Sdr. Romi tidak pernah memiliki senpi rakitandan melakukan tindak pidana; kedua,surat perintah penangkapan diberikan pihak kepolisian 2 (dua) hari pascapenangkapan; ketiga, kondisi fisikSdr. Romi yang sehat ketika ditangkap namun berubah menjadi tidak bernyawapasca penangkapan.

 

Perludisampaikan bahwa Sdr. Alm. Romi Jauhari ditangkap pada 12 Mei 2018 atas dugaantindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dilakukannya pada tahun 2016silam.   

 

TimPemantauan dan Penyelidikan yang terdiri dari Sdr. Wahyu Pratama Tamba selakuKetua Tim, Sdri. Rifanti Laelasari KP. selaku Pemantau dan Penyelidik AktivitasHAM, dan Perencana Sdri. Dewi Retna Dita menindaklanjuti aduan tersebut denganmelakukan permintaan data, informasi dan fakta kepada pihak Polres LubukLinggau.  

 

KedatanganTim Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM ini diterima langsung Kapolres LubukLinggau AKBP Dwi Hartono S.IK didampingi Kasat Reskrim AKP Rivow Lapu, KanitPidum Ipda M. Rizki dan Penyidik. 

 

Ketua TimPemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM menyampaikan kepada pihak Polres Lubuk Linggaubahwa kehadiran Komnas HAM merupakan bentuk pelayanan publik kepada masyarakatdan pelaksanaan kewenangan pemantauan yang dimandatkan oleh UU RI No. 39 Tahun1999 tentang HAM.

 

Turut pula disampaikanbahwa Komnas HAM mendukung kerja Polri dalam upaya penegakan hukum guna mewujudkankeamanan dan ketertiban kehidupan masyarakat, namun UU No. 39 Tahun 1999tentang HAM sebagai produk regulasi Pemerintah Republik Indonesia, juga berlakubagi setiap aparatur negara. Oleh karenanya Komnas HAM mendorong dan mendukungKepolisian untuk ikut ambil bagian dalam upaya penghormatan dan penegakan HAMdi Indonesia.

 

Meresponkehadiran Tim Komnas HAM tersebut, Kapolres Lubuk Linggau AKBP Dwi Hartono S.IK,dalam sambutannya  menyampaikan  ucapan terima kasih atas kedatangan tim KomnasHAM dan membuka ruang diskusi dalam kebutuhan permintaan data dan klarifikasiserta menerima saran dan koreksi yang nantinya akan disampaikan oleh KomnasHAM.

 

SelanjutnyaKasat Reskrim dan Kanit Pidum Polres Lubuk Linggau, pada pertemuan tersebut,mengungkapkan bahwa Sdr. Alm. Romi Jauhari ditangkap atas dugaan tindak pidanapencurian dengan kekerasan dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) PolresLubuk Linggau.

 

Tindakan tegaspetugas berupa penembakan, lanjut mereka, perlu dilakukan karena Sdr. Alm. RomiJauhari kendati dalam keadaan tangan diborgol, masih berusaha melakukanperlawanan kepada petugas dengan menggunakan pisau kecil yang diselipkan di celana.

 

Menurutpihak Polres Lubuk Linggau pula, pihaknya telah menyita senjata api (senpi)rakitan milik Sdr. Alm. Romi Jauhari dan sempat membawa yang bersangkutan keRSUD Shobirin untuk dilakukan pertolongan medis. Akan tetapi upaya ini tidakmampu menyelamatkan nyawa beliau dan tidak lama kemudian Sdr. Alm. Romi Jauharimeninggal dunia. 

 

Sejumlahdata, informasi dan fakta-fakta yang telah dihimpun oleh Komnas HAM ini akanmenjadi rujukan saat Tim Komnas HAM melakukan pertemuan dengan Kapolda Sumselbeserta jajaran pada hari Jumat (26/04/2019). Selain itu, akan menjadi bahandalam menilai dan menganalisa ada atau tidaknya dugaan pelanggaran HAM dalamperistiwa tersebut. (Tama/ ENS)

Short link