Kabar Latuharary

Komnas HAM Beri Masukan Raperda Ramah HAM Kab. Sanggau

Latuharhary- Komnas HAM menerima kunjungan DewanPerwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat terkait konsultasiperumusan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Ramah HAM yang tengah disusunkabupaten tersebut, bertempat di Ruang Pengaduan Asmara Nababan GedungKomnas HAM Menteng, pada Rabu (07/08/2019).

Kunjungan ini diterimalangsung oleh Koordinator Pemajuan HAM sekaligus Komisioner Pendidikan danPenyuluhan Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara. Pada kesempatan etrsebut Beka didampingibeberapa penyuluh dan staf Bagian Dukungan Penyuluhan.

Pada katasambutannya, Beka mengucapkan terimakasih atas kunjungan tersebut karena telahmempercayakan Komnas HAM untuk memberikan masukan terhadap Raperda Ramah HAMyang tengah disusun Kabupaten Sanggau. Pada kesempatan tersebut pula, Beka menjelaskanperihal asal muasal program Human RightsCities (Kabupaten/ Kota HAM) yang digagas Komnas HAM.

“Banyakaspek hak asasi manusia yang bisa terjadi di daerah, seperti halnya masalahlingkungan, layanan publik yang ramah disabilitas, toleransi, pendirian rumahibadah, penegakan HAM untuk perempuan dan anak, dan lain-lain. Itu yang melatarbelakangi Komnas HAM membuat program HRC, utamanya agar Pemerintah Daerah lebihaktif dalam upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM di daerah,” paparnya.

Turut hadir padakegiatan tersebut yaitu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Ketua PansusRaperda Ramah HAM, perwakilan Anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Sekwan DPRDKabupaten Sanggau serta beberapa perwakilan pejabat dan staf dari SekretariatDaerah Kabupaten Sanggau.

Wakil KetuaDPRD Kabupaten Sanggau, Usman, S.Sos., M.Si., menyampaikan sejumlah alasan DPRDmengusulkan Raperda Ramah HAM Kabupaten Sanggau. “Melihatkondisi Sanggau yang didominasi oleh perkebunan kelapa sawit, DPRD melihatbanyak potensi pelanggaran HAM sehingga dirasa perlu dibuat payung hukummelalui Raperda ini,” ungkapnya.

Lebihlanjut, Usman juga mengungkapkan harapannya setelah datang dan melakukankonsultasi dengan Komnas HAM. “Kami datang dengan harapan Komnas HAM dapatmemberi masukan atas draf Raperda Ramah HAM Kabupaten Sanggau yang telah kamisusun, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat memberikankontribusi kepada Pemerintah Daerah,” lanjutnya.

Salah satumasukan yang diharapkan yaitu terkait penambahan muatan kearifan lokal padadraf Raperda Ramah HAM Kabupaten Sanggau. “Telah dilakukankonsultasi dengan pihak provinsi terkait Raperda ini. Mereka merekomendasikanuntuk melanjutkan Raperda Ramah HAM dengan beberapa catatan. Salah satunya,disarankan untuk memasukkan muatan kearifan lokal. Sehingga kami juga inginmeminta saran dan masukan dari pihak Komnas HAM bagaimana menambahkan muatankearifan lokal tersebut,” tambah Usman.

Mewakili Komnas HAM, Rusman Widodomenyampaikan beberapa masukannya terhadap draf Raperda Ramah HAM KabupatenSanggau seperti masih adanya keberulangan penjelasan, penambahandefinisi penyandang disabilitas, penambahan peraturan terkait HAM, penyesuaianistilah-istilah pada tujuan, penambahan Hak Asasi Manusia di dalam draf Raperda,serta usulan pembentukan satgas.

“Hak menurutDUHAM itu banyak sekali, yang kira-kira bisa diwujudkan apa saja bisaditambahkan. Secara garis besar hak asasi manusia ada non derogable dan derogable.Non derogable adalah hak yang tidakbisa dikurangi dalam keadaan apapun, sedangkan derogable adalah hak yang proses pemenuhannya bisa bertahap,seperti hak ekosob. Dalam rangka penambahan muatan kearifan lokal bisadimasukkan pada pasal tersebut,” jelas Rusman.

Masukan laindisampaikan oleh Kurniasari Novita Dewi terkait penyiapan aparatur daerah danmasyarakat. “Dari pengalaman pendampingan kepada Kota/Kabupaten, selain menyiapkanRaperda sebagai payung hukum, perlu juga disiapkan aparatur daerah dan masyarakatnya.Tidak usah menunggu Raperda diketok, mulai dari sekarang sudah bisa disiapkanSDMnya,” tegas Upik panggilan akrabnya.

Kegiatandilanjutkan dengan diskusi terkait program HumanRights Cities (Kabupaten/ Kota HAM), termasuk acara yang akan dilaksanakandalam waktu dekat yaitu Lokalatih Kabupaten/Kota HAM dan Festival HAM, dimanadirasa akan sangat baik apabila Kabupaten Sanggau dapat berpartisipasi padakegiatan tersebut.

Pada akhiracara, Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Sandrayati Moniaga yangmenyempatkan hadir menyambut baik kehadiran perwakilan DPRD dan SekretariatDaerah Kabupaten Sanggau. Ia sempat memberikan penjelasan secara singkatterkait muatan kearifan lokal. Ia juga membuka diri apabila dari pihakKabupaten Sanggau ingin berdiskusi lebih lanjut. (Tari/ENS)

Short link