Kabar Latuharary

Komnas HAM Hapus Keraguan tentang Festival HAM

Latuharhary - Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) melakukan audiensi dengan Komnas HAM pada Rabu (14/8/2019) di Kantor Komnas HAM Latuharhary.  Pertemuan tersebut  diawali dengan keraguan dari JSKK tentang pentingnya penyelenggaraan Festival HAM yang akan diselenggarakan Komnas HAM, hal tersebut muncul karena masih banyaknya  penyelesaian kasus-kasus dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang belum paripurna.
Audiensi JSKK yang diwakili oleh ketua Presidiumnya,  Maria Catarina, diterima oleh Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik bersama Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan, Beka Ulung Hapsara.  Dalam audiensi tersebut hadir pula para keluarga korban pelanggaran HAM masa lalu, seperti Suciwati Munir, Bedjo, dan beberapa anggota keluarga korban lainnya.
Maria  mengawali agenda pertemuan tersebut dengan  harapan agar Komnas HAM tetap mengawal penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu di era pemerintahan Presiden RI Joko Widodo saat ini, yang kemudian berlanjut dengan pertanyaan terkait pelaksanaan Festival HAM beserta urgensinya.
Menanggapi hal tersebut, Taufan menegaskan, Festival HAM bukan sebagai momen untuk merayakan kebahagiaan di atas penderitaan orang. Kegiatan  yang telah diinisiasi sejak tahun 2014 ini diharapkan menjadi media bagi pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk menyebarluaskan dan berbagi pengalaman seputar penghormatan, perlindungan serta pemenuhan HAM di Indonesia. 
"Kita buat program kerja sama dengan pemerintah daerah untuk berkomitmen dalam pelaksanaan HAM. Hal ini memudahkan komunikasi Komnas HAM dengan Pemerintah Daerah ketika ditemukan indikasi atau kasus pelanggaran HAM," papar Taufan.
Dikesempatan yang sama Beka menambahkan, Bahwa Program Kota/Kab. HAM yang diselenggrarakan Komnas HAM, berbeda dengan Program Kota Peduli HAM yang digagas oleh KemenkumHAM, Program Kota/Kab. HAM lebih menekankan kepada, bagaimana sebuah daerah menjadikan HAM sebagai framework kebijakannya, disamping itu, Program Kota/Kab. HAM juga tidak melakukan "awarding"/ pemberian penghargaan.
Agar pihak JSKK mengenal lebih jauh tentang kebermanfaatan Festival HAM, Taufan mengundang para keluarga korban untuk membuat stand khusus tentang pelanggaran HAM berat di area  Festival HAM yang akan diselenggarakan di Kabupaten Jember pada 19-21 November 2019 mendatang. (SP/IW/AUS)

Short link