Kabar Latuharary

Komnas HAM Dorong Pendekatan Dialog dalam Penyelesaian Konflik Papua

Jakarta - Komnas HAM terus mendorong penyelesaian permasalahan Papua melalui pendekatan dialog dengan berbagai unsur.

"Komnas HAM mendorong agar dibuat dialog bersama dengan berbagai unsur, baik masyarakat maupun pemerintah," ujar Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab dalam Diskusi dan Deklarasi Anti Diskriminasi Ras dan Etnis bertema "Implementasi Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Komunitas Anti Diskriminasi Ras dan Etnis Papua, di Gedung Joeang 45, Jakarta (16/09/2019).

Upaya pendekatan tersebut nampak dilakukan oleh Komnas HAM setelah peristiwa Asrama Papua di Surabaya pada 18 Agustus 2019. Tim dari Komnas HAM yang dipimpin langsung oleh Amiruddin mendatangi Polda Jawa Timur, Senin (26/8/2019). "Saya ke Surabaya untuk menemui Kapolda. Kami mendorong agar proses penegakan hukum berjalan baik dan sesuai aturan yang berlaku," tegas Amiruddin.

Kesimpulan awal menunjukkan bahwa tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai tindakan diskriminasi sesuai UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. "Sesuai UU No 40 tahun 2008 tindakan di Surabaya bisa dipidanakan," imbuhnya.

Sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan HAM serta meningkatkan perlindungan dan penegakan HAM di Indonesia, Komnas HAM mendorong Polda Jawa Timur untuk mengambil tindakan hukum. "Upaya lainnya, yaitu menumbuhkan rasa saling percaya. KSP (Kantor Staf Presiden) maupun kementerian lain harus membangun komunikasi dengan masyarakat maupun berbagi lapisan agar tercipta rasa saling percaya," terang Amiruddin.

Amiruddin juga menyampaikan bahwa pihaknya telah membangun komunikasi dengan KSP untuk mendorong adanya langkah yang diambil pemerintah dalam penyelesaian kasus Papua. Komnas HAM, jelasnya, siap menjembatani dialog antara masyarakat dengan pemerintah. "Untuk menangani permasalahan Papua dibutuhkan kerja sama dari semua pihak," cetusnya.

Pada acara tersebut hadir pula Yorrys Raweyai (DPD RI Terpilih Dapil Papua), Willem Wandik (Anggota DPR RI Dapil Papua), dan Jimmy Idji (Anggota DPR RI Dapil Papua Barat). Acara ditutup dengan penyerahan secara simbolik kaos untuk mendukung penghapusan diskriminasi dan ras di Indonesia, khususnya yang sedang terjadi pada masyarakat Papua. (AM/IW)
Short link