Kabar Latuharary

Puluhan Mahasiswa FISIP UMM Kunjungi Komnas HAM

Latuharhary – Komnas HAM menerima kunjungan daripuluhan mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP UniversitasMuhammadiyah Malang di ruang pleno utama lantai 3 pada Selasa, 12 Maret 2019.

Kunjunganmahasiswa semester 4 (empat) ini diterima langsung oleh Koordinator Penegakan HAM yang jugamenjabat sebagai Komisioner Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan, Beka UlungHapsara, didampingi Yuli Asmini selaku Plt Kepala Bagian Dukungan Penyuluhandan Penyuluh Komnas HAM, Kurniasri Novita Dewi dan Sri Rahayu.  

Tampak hadir di tengahrombongan mahasiswa ini adalah 2 (dua) orang dosen pendamping. Bapak Hutriselaku salah seorang dosen pendamping yang juga menjadi ketua rombongan, di hadapan forum tersebutmenyampaikan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untukmemberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait HAM. “Materi HAM telahmasuk dalam susunan mata kuliah di kampus. Harapan kami, Komnas HAM dapatmemberikan kuliah umum di Kampus UMM kepada mahasiswa-mahasiswa baru,”tukasnya.

Beka Ulung Hapsara meresponbaik keinginan dari pihak UMM ini. Pada kata sambutannya, Beka memberikangambaran terkait komisioner Komnas HAM periode ini dan kiprah Komnas HAM secaraumum. Selain itu, juga disampaikan mengenai peluang kerja sama antara KomnasHAM dengan pihak UMM Malang dalam pemajuan dan penegakan HAM. “Saya juga sangatmengapresiasi keberadaan Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM Malang yangtelah  memasukkan HAM sebagai matakuliah,” ujarnya.

Mengingat kunjunganini bersamaan dengan agenda Sidang Paripurna, Beka Ulung Hapsara terpaksa meninggalkanforum lebih awal. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pertukaran cinderamata.Komnas HAM menyerahkan berbagai produk terbitan dalam bentuk buku dan jurnaluntuk disimpan di perpustakaan kampus.

Acara dilanjutkandengan pemutaran film mengenai HAM dasar dan kelembagaan Komnas HAM yangditeruskan dengan sesi tanya jawab. Para mahasiswa ini cukup antusias dalammerespon berbagai informasi tentang hak asasi yang telah disampaikan, baikterkait HAM yang universal, pelanggaran HAM berat masa lalu, isu agraria,kelembagaan Komnas HAM, penanganan teroris oleh polisi, perbedaan pelanggaranhukum dan pelanggaran HAM, dan lain-lain.

Diskusi dan tanyajawab ini dipandu oleh Kurniasari Novita Desi, Yuli Asmini, dan Sri Rahayu. Paramahasiswa terlihat cukup antusias mengikuti jalannya diskusi. Di akhir sesi, terdapatkuis berhadiah alat-alat kampanye Komnas HAM seperti kaos, buku, dan pouch. (ENS)