Kabar Latuharary

Komnas HAM Selidiki Kematian Apria Pasca Penembakan oleh Anggota Polres OKU Timur

Latuharhary – Tim Pemantauan dan PenyelidikanKomnas HAM melakukan pertemuan dengan Kapolres Kabupaten OKU Timur ErlinTangjaya, SH dalam rangka permintaan data, informasi, dan fakta terkaitpenembakan berujung kematian yang dialami Sdr. Apria pada 12 Oktober 2018 silamdi Polres Kabupaten OKU Timur Sumatera Selatan pada Kamis, 25 April 2019.

 

Padapertemuan tersebut, Kapolres Kabupaten OKU Timur menyampaikan bahwa terkaitpenembakan terhadap Sdr. Apria pada 12 Oktober 2018 lalu, diawali saatanggotanya sedang melakukan razia lalu lintas dan menghentikan mobil yangdikendarai Sdr. Apria. Saat itu, ungkapnya,  petugas menemukan shabu dan senpi rakitan dimobil yang bersangkutan.

 

Saat hendakdiperiksa, Sdr. Apria justru berupaya melarikan diri dan menembakipetugas. Seketika, lanjutnya,  5(lima) orang petugas mengeluarkan senjatanya masing-masing dan melayangkantembakan kepada yang bersangkutan sebanyak 2 (dua) kali tembakan. Berdasardokumen Visum et Revertum (VeR) yang diperoleh Tim Komnas HAM, Sdr. Apria mengalami8 (delapan) luka tembak.

 

Perludisampaikan bahwa kedatangan Tim Komnas HAM ini merespon pengaduan yangdisampaikan istri korban beberapa waktu lalu yang juga mengungkapkan faktabahwa mobil yang dikendarai suaminya tidak dikembalikan oleh pihak Kepolisian KabupatenOKU Timur sampai dengan pengaduan disampaikan. Akan tetapi hal ini kemudian disanggaholeh Kapolres Kabupaten OKU Timur. Menurutnya, mobil tersebut telah diberikankepada istri Sdr. Apria 2 (dua) minggu lalu.

 

Padapertemuan tersebut, Kapolres Kabupaten OKU Timur didampingi oleh Kasat ReskrimPolres Kabupaten OKU Timur AKP M. Ikang Ade Putra, Kabag. Ops OC. Panjaitan,Sie. Propam dan Penyidik Satreskrim Polres Kabupaten OKU Timur. Sedangkan TimKomnas HAM dipimpin oleh Sdr. Nurjaman, beserta pemantau dan Penyidik aktivitasHAM Sdr. Wahyu Pratama Tamba dan Sdr. Rifanti Laelasari KP serta perencanaSdri. Dewi Retna Dita. 

 

Kapolresjuga menyampaikan bahwa pasca laporan keluarga Sdr. Apria ke Polda Sumsel, pihakBid.Propam Polda Sumsel telah melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya yangterlibat dalam kejadian tersebut.

 

Terkait halini, Tim Komnas HAM juga akan melakukan pertemuan dengan Kapolda Sumsel.Pertemuan juga ditujukan untuk menindaklanjuti beberapa aduan masyarakatterkait dugaan kekerasan yang dilakukan anggota Polri di wilayah hukum PoldaSumsel.

 

Padakesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan bahwa Kabupaten OKU Timurmerupakan wilayah dengan tingkat kriminalitas yang cukup tinggi karenamerupakan daerah lintasan dan berbatasan langsung dengan wilayah Way Kanan,Provinsi Lampung, pusat peredaran senpi rakitan. Jenis kejahatan yang cukupmarak terjadi adalah pembegalan atau biasa disebut grandong. Pelakunya kerapmenggunakan senjata api rakitan. (Tama/ENS)

Short link