Kabar Latuharary

Kapolda Sumsel Terima Kunjungan Tim Komnas HAM Bahas Kasus Dugaan Pelanggaran HAM

Latuharhary– Tim Komnas HAM melakukan pertemuan dengan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol.Zulkarnain Adinegara bertempat di ruang kerja Kapolda dalam rangka menindaklanjutiaduan-aduan masyarakat tentang dugaan kekerasan yang dilakukan anggota Polri diwilayah Sumatera Selatan, pada Jumat (26/4/2019).

 

Tim KomnasHAM  terdiri dari Sdr. Nurjaman; Pemantau dan Penyelidik aktivitas HAMSdr. Wahyu Pratama Tamba dan Sdri. Rifanti Laelasari KP; serta  Perencanaadministrasi Sdri. Dewi Retna Dita. Sementara Kapolda didampingi oleh IrwasdaKombes Pol Drs. Dody Marsidi, Kabid Propam Kombes Pol Dedi Sofiandi SH., dan KasubbagDumas Itwasda Polda Sumsel Kompol Rizvy SH. 

 

Tim Komnas HAM, melalui Sdr. Nurjaman, menyampaikan bahwa Komnas HAM memberikanperhatian atas pengaduan masyarakat terkait tindakan kekerasan yang dilakukanoknum anggota Polri di Sumatera Selatan. Secara umum, bentuk dugaan tindakankekerasan yang dilakukan oknum anggota Polri di wilayah Sumsel adalah berupaupaya tembak di tempat yang mengakibatkan kematian.

 

Lebih lanjut, Nurjamanjuga menyampaikan beberapa poin temuan tim yang diperoleh dari kunjunganlapangan di Polres Lubuk Linggau dan Polres OKU Timur serta kasus-kasus lainyang akan dibahas mendalam bersama jajaran Bidang Propam dan Itwasda PoldaSumsel.

 

Kapolda Sumsel, IrjenPol. Zulkarnain Adinegara, memberikan apresiasi atas kedatangan Tim Komnas inidan menyampaikan bahwa selama ia bertugas di Sumsel, ia selalu menekankan kepadajajarannya bahwa yang ditindak dari pelaku tindak pidana adalah perilakukriminalnya, bukan manusianya. “Kami telah menekankan kepada anggota kamimengenai pentingnya mencintai kemanusiaannya. Love Humanity,” tukasnya.

 

Berdasarkanpenjelasan Tim Kapolda, angka kriminalitas di wilayahnya cukup tinggi. Karakteristiknya, tindakan kriminal kerap kali disertaidengan perilaku sadis. Tindakan kriminal yang dimaksud adalah pencurian denganpemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraanbermotor (curanmor).

 

Lebih lanjutdisampaikan bahwa pihak Kepolisian meyakini tindakan penembakan terhadap pelakutindak pidana tersebut telah sesuai prosedur, namun apabila menurut pengawaseksternal seperti Komnas HAM terdapat hal yang patut dikoreksi, Polda Sumselsiap untuk memberikan klarifikasi dan terbuka untuk diberikan saran masukandemi perbaikan kinerja anggota Polri di Sumsel. Sebagaimana disampaikan Kapoldasebelumnya, Polisi dalam menumpas kriminalitas, harus tetap mencintai kemanusiaan.

 

Sebelumnya, TimKomnas HAM telah melakukan kegiatan pemantauan dan penyelidikan lapangan diwilayah Kab. Lubuk Linggau dan Kab. Ogan Ilir dan Kab. OKU Timur. (Tama/ ENS).

Short link