Kabar Latuharary

BAZNAS Audiensi dengan Komnas HAM

Jakarta- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melakukan audiensi dengan Komnas HAM.Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI yang berkaitandengan optimalisasi penghimpunan zakat di lingkungan Kementerian/Lembaga Negaramaupun BUMN melalui BAZNAS. 

Audiensitersebut diikuti oleh anggota BAZNAS, Ketua Komnas HAM serta Plt. Kepala BagianKepegawaian Komnas HAM, Kamis (9/5/2019) di kantor Komnas HAM.

"BAZNASdibentuk oleh undang-undang yang memiliki tugas melakukan pengelolaanzakat," ucap Emmy Hamidiyah, salah satu anggota BAZNAS. 


BerdasarkanInpres No. 3 Tahun 2014, lanjutnya, seluruh kementerian, lembaga, BUMN, BUMDharus memfasilitasi pembayaran zakat pegawai. Berdasarkan peraturan tersebut,BAZNAS mengajak agar penyaluran zakat pegawai Komnas HAM dapat disalurkanmelalui BAZNAS.

"Pengelolaanzakat terbagi menjadi dua macam, yaitu berupa pemotongan yang dikelola olehBAZNAS dan sistem UPZ (Unit Pengumpul Zakat)," ujar Emmy.

Mekanismesistem UPZ dilakukan dengan cara mengumpulkan zakat dari gaji seluruh pegawaiKomnas HAM. Setelah disetorkan ke BAZNAS, zakat akan didistribusikan kepadaorang yang berhak menerima zakat (mustahik) di lingkungan Komnas HAM. Salahsatu kelompok mustahik seperti korban pelanggaran HAM.

Menanggapipenjelasan tersebut, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyambut baikajakan penyaluran zakat. "Kita perlu lakukan sosialisasi terkaitpenyaluran zakat ini," ucap Taufan. 

Sosialisasitersebut dilakukan agar ada pemahaman yang benar terkait penghitungan zakat,serta mekanisme penyalurannya.

Taufanberharap sosialisasi tersebut membuat pegawai Komnas HAM memiliki pemahamanterkait zakat dan mekanisme penyaluran yang benar. Sehingga timbul kesadarandari pegawai Komnas HAM untuk melakukan pembayaran zakat. (AM/IW)

Short link