Kabar Latuharary

Komnas HAM Terima Kunjungan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Latuharhary – Komnas HAMmenerima kunjungan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas NegeriSurabaya di Kantor Komnas HAM Gedung Hayam Wuruk Plaza pada Rabu, 24 April2019.

Kunjungan ini meliputi 112 orang mahasiswa dan 4 orang dosenpendamping. Sementara pihak Komnas HAM diwakili oleh Andante Widi Arundhati(Kepala Biro Dukungan Pemajuan HAM), Yuli Asmini (Plt. Kepala Bagian PendidikanPenyuluhan), Ono Haryono (Plt. Kepala Subbagian Rencana Penyuluhan), HariReswanto (Penyuluh), Eka Tanlain (Penyuluh), Alfan Cahasta (Penyuluh), Utari Putri Wardanti (Staf BagianPendidikan Penyuluhan), dan AndiPrasetyo (Staf Bagian Pendidikan Penyuluhan).

Pada kunjungan tersebut, Tim Komnas HAM telah menjelaskan kepadapara mahasiswa yang hadir terkait hak asasi manusia yang meliputi ruanglingkup, wewenang, fungsi, penanganan kasus; prioritas kerja Komnas HAM danBagian Dukungan Penyuluhan; program Sekolah Ramah HAM; pelanggaran HAM;pelanggaran berat HAM, dan seterusnya.

Paparan Tim Komnas HAM ini rupanyamenuai respon positif dari para mahasiswa yang hadir. Cukup banyak pertanyaanyang dilontarkan al. terkait pelanggaran HAM berat (bagaimana carapengklasifikasian pelanggaran HAM, bagaimana bisa disebut pelanggaran HAM beratdan apa saja kasus pelanggaran HAM berat yang belum diselesaikan), penanganankasus bullying (Bagaimana menindaklanjuti kasus Bullying di sekolah? Bagaimanabatasan tugas dan wewenang Komnas HAM, bagaimana sinergi Komnas HAM denganlembaga lain semisal  KPAI dan KomnasPerempuan), Program SRH Komnas HAM apakah terbatas di tingkat SLTA? (apakahselanjutnya akan sampai ke level di PAUD, terutama terkait kesetaraan gender).

Lalu muncul pertanyaan mengenai bagaimanakedudukan Komnas HAM dalam sistem ketatanegaraan, tanggapan Komnas HAM mengenaivisi misi calon presiden yang tidak menyinggung masalah HAM, apa yangmembedakan pemikiran/ pendapat antara Komnas HAM dengan Kejaksaan Agung dalam melihatkasus-kasus pelanggaran berat HAM, bagaimana Komnas HAM menyeleksi aduan yangmasuk dan bagaimana tindak lanjut kasus Novel Baswedan. Acara pun diakhiridengan foto bersama. (ENS)

 

Short link