Kabar Latuharary

Komnas HAM dan BSSN akan Jalin Kerja Sama terkait Layanan Gov-CSIRT

Latuharhary -  Komnas HAM menghadiri acara FGD yang diselenggarakan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang mengangkat tema “Kolaborasi Instansi Pemerintah dalam Menghadapi Tantangan KeamananSiber Nasional”, bertempat di Hotel Mercure, Ancol,  Jakarta(09/07/2019).

Melalui kegiatan ini, Komnas HAM berencanamenjalin kerja sama dengan BSSN terkait layanan Gov-CSIRT Indonesia denganlangkah awal melakukan Vulnerability Assessment atau mencari celah keamananpada Sistem Aplikasi yang ada di Komnas HAM.

Kegiatanyang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tersebut, dihadiri oleh Kepala Biro Dukungan Pemajuan HAM,Andante Arundhati, yang didampingi oleh beberapa staff Komnas HAM di Bagian Dukungan Penyuluhan HAM. Acara ini juga turut mengundang berbagai instansi pemerintah, baikpusat maupun daerah, sehinggatotal peserta yang hadir mencapai kurang lebih 330 orang.

“KomnasHAM memiliki banyak informasi yang sifatnya rahasia, saya rasa dengan adanyakerjasama ini, keamanan informasi siber di Komnas HAM dapat terlindungi denganbaik” Ujar Andante.

Perlu disampaikan bahwa Gov-CSIRT Indonesiamerupakan Computer Security IncidentResponse Team sektor pemerintah yang telah diluncurkanoleh BSSNuntuk menjaga keamanan informasi penyelenggaraan e-Government di tingkat pusat maupun daerah yang menjadi sasaranutama serangan siber.

Acara ini sesungguhnya dilatarbelakangi olehkondisi bahwa insiden keamanan siber, khususnya serangankeamanan siber yang canggih, bisa menjadi tugas yang sangat sulit, bahkan untukorganisasi yang paling maju sekalipun. Banyaknya organisasi yang belummengetahui kondisi kematangan di dalam organisasinya, menyebabkan  penanganan insiden keamanan siberberjalan lambat dan belum efektif.

Caraterbaik untuk untuk mengetahui kondisi kematangan dan kemampuan penangananinsiden keamanan pada sebuah organisasi adalah mengukurnya denganInstrumen.  Instrumen ini digunakansebagai alat untuk menilai (asses)keadaan kematangan organisasi, yang dapat difungsikan untuk  menanggapi insiden keamanan siber dengan cara yang cepat, efektif dan aman.

Sebelumnya, Kepala BSSNHinsa Siburian, dalam pidatopembukaan acara FGD tersebut menyampaikan bahwa  instrumen berupa alatpenilaian (assessment) yang dinamaiCREST- CSIR Cyber Security IncidentResponse Guide ver.1.0 dibuat BSSN denganharapan dapat menjadi  Instrumen pengukurantingkat kematangan siber di instansi penyelenggara sistem elektronik, baik di tingkat pusat atau pununit kerja di bawahnya untuk  menanggapi  insiden keamanan siber dengan cara yangcepat, efektif dan aman.

BadanSiber dan Sandi Negara (BSSN) sendirimerupakan instansi pemerintah yang bergerak di bidang keamanan informasi dan keamanan siber. BSSN bertugasmenjaga keamanan siber dan sandi negara dengan mensinergikan berbagai pemangku kepentingan untuk ikut serta mewujudkankeamanan nasional dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. (Radhia/ Ferry/ ENS)

Short link