Rekam Media

Komnas HAM: Pemilih di Rumah Sakit Belum Semua Terfasilitasi

tirto.id - Komisioner Komnas HAM,Sandrayati Moniaga, mengemukakan masalah penyelenggara Pemilu 2019. Diantaranya hak untuk memilih bagi warga binaan permasyarakatan (WBP) dan pasiendi rumah sakit.

"Ada cukup banyak wargabinaan permasyarakatan yang tidak memiliki KTP," kata Sandrayati dalamkonferensi pers di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).

Ia menilai, permasalahanpendataan penduduk bukan menjadi wewenang dari KPU. "Tapi ini bukantanggung jawab KPU," ujar dia.

Selanjutnya, Sandrayati menyorotimasalah hak memilih bagi mereka yang menjadi pasien di rumah sakit."Kedua, rumah sakit. Ini kita masih perlu perbaiki," kata dia.

 Sandrayati melihat memang sudah mulai adakemajuan, seperti di RSUP Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat yangmenyediakan TPS bagi pasien yang rawat inap di sana.

"Di RSCM sudah ada TPSkhusus, tapi di rumah sakit swasta belum ada," ujar Sandrayati.

 Menurut Sandrayati, hal ini agar dapatdipertimbangkan ke depan, terutama bagi para pasien yang baru masuk rumah sakit1-2 hari sebelum masa pencoblosan.

Komnas HAM, kata dia,mengapresiasi penyelenggara, kontestan, maupun masyarakat Indonesia dalampelaksanaan Pemilu 2019.

Ketua Komnas HAM, Ahmad TaufanDamanik, menilai Pemilu 2019 secara umum berjalan dengan baik dengan angkakekerasan kecil.

 "Pemilu kita berjalan lancar, gak adamacem-macem," ujar Taufan.

Taufan pun berharap agar kedepannya tidak ada perbenturan akibat perbedaan pilihan politik lagi.

"Kita harus sama-samamenjaga agar proses pasca pemilihan ini berjalan dengan baik," kata dia.

 

Reporter: Fadiyah Alaidrus

Penulis: Fadiyah Alaidrus

Editor: Zakki Amali
https://tirto.id/komnas-ham-pemilih-di-rumah-sakit-belum-semua-terfasilitasi-dmGP