Rekam Media

Usut Petugas KPPS Tewas, Komnas HAM Klaim Independen

Jakarta, CNN Indonesia -- KomnasHAM membantah anggapan pihaknya mengakomodir salah satu pasangan calon Pilpres2019 terkait upaya menyelidiki fakta-fakta terkait penyebab ratusan petugasKelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal.

"Enggak sama sekali. Kitamengikuti informasi yang berkembang. Kita mulai karena sudah ramai dipublik," ucap Komisioner Komnas HAM Hairansyah di kantornya, Jakarta,Kamis (9/5).

Ratusan petugas KPPS tewas telahmemicu desakan kepada pemerintah untuk membentuk tim pencari fakta gunamengetahui penyebab peristiwa itu.

Pihak paling aktif mendorongpembentukan tim pencari fakta adalah kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hairansyah menjelaskan mengapaKomnas HAM baru sekarang mulai mencari fakta. Dia mengklaim pihaknya telahmemantau setiap tahapan dalam penyelenggaraan pemilu.

Informasi tentang anggota KPPSyang meninggal juga tidak luput disorot. Akan tetapi, karena sudah menjadiramai diperbincangkan publik, maka Komnas HAM memutuskan untuk menggalifakta-fakta.

Komisioner Komnas HAM Amiruddinmengatakan hal serupa. Sama sekali tidak ada kepentingan politik yangdiakomodir Komnas HAM. Misi mencari fakta secara investigatif dilakukan demimenepis isu liar yang berkembang.

"Kan, sudah mulai kemana-manaisunya. Ada yang bilang diracun dan sebagainya. Kita cari fakta yang sebenarnyaagar publik menjadi tenang," kata Amiruddin.

Ketua Komnas HAM Ahmad TaufanDamanik juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kepentingan politik apapun. Misi menyelidiki fakta- akta yang berkaitan dengan penyebab meninggalnyaratusan anggota KPPS bukan untuk mengakomodir salah satu pihak yangberkontestasi.

"Komnas HAM tidak punyakepentingan politik apa-apa, kecuali kepentingan politik bagi demokrasi dankedamaian bagi bangsa ini," ucap Taufan.

Taufan berjanji pihaknya akanmelakukan investigasi seobjektif mungkin. Menurutnya, itu adalah suatukeharusan demi memperoleh hasil yang dapat dipercaya semua pihak.

"Terutama demi memberikanhak-hak kepada korban yang sudah meninggal dan juga yang masih sakit,"ucap Taufan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU), padaSabtu lalu, menyatakan ada 554 orang yang bertugas saat pemungutan danpenghitungan suara, meninggal dunia. Jumlah tersebut terdiri dari anggota KPPS,Panwaslu, dan Polri.

Sebanyak 440 anggota KPPSmeninggal dunia. Sementara 3.788 lainnya jatuh sakit.

Berkenaan dengan itu, Komnas HAMmemutuskan untuk menggali fakta-fakta terkait penyebab begitu banyak anggotaKPPS yang meninggal dunia dan sakit. Komnas HAM tidak membentuk tim baru, hanyamemberikan tugas tambahan kepada tim pemantau pemilu internal untukmelaksanakan misi tersebut.

(bmw/wis)

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190509190803-32-393532/usut-petugas-kpps-tewas-komnas-ham-klaim-independen