Kabar Latuharary

Implementasi Nilai-Nilai HAM Melalui Budaya Antri

Latuharhary---Budaya antri yang mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi akan memberI kontribusi positif untuk membuat segala sesuatunya di negeri ini menjadi lebih, tertib, teratur, dan efisien. Demikian disampaikan penyuluh HAM Rusman Widodo yang memberi contoh implementasi UU Nomer 39 Tahun 1999 tentang HAM dalam kehidupan sehari-hari diacara kunjungan studi SMP Katolik Permata Bunda Cisalak Depok (10/11).     

Sengaja tim penyuluh dikluh menyoal budaya antri karena antri merupakan cerminan tingkat menghargai antar sesama,  hal itu merupakan implementasi nilai-nilai HAM. Ketika memulai antri sudah ada pengorbanan kepentingan pribadi untuk menghargai orang lain. Sesuatu hal yang patut dipuji karena antri memberikan sesuatu kebaikan dimana kondisi menjadi tertib dan saling menahan antara kepentingan orang lain dengan kepentingan diri sendiri.

Terkait Implementasi Nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari tidaklah harus mencari contoh yang berat-berat, tapi cukup sering dihadapi dalam kehidupan. Membiasakan melakukan hal-hal yang kecil namun terukur, nantinya akan membuahkan kebiasaan-kebiasaan besar dan bermanfaat. Dari konsep pembalajaran pun banyak manfaatnya  bahwa antri merupakan salah satu perkembangan moral dari pembiasaan, membentuk sikap dan perilaku secara dinamis dalam kehidupan.

Telah kali ketiga SMP Permata Bunda melakukan kunjungan studi ke Komnas HAM. Kunjungan studi kali ini dikuti oleh 43 orang siswa dan siswi dari kelas 7 SMP Katolik Permata Bunda. Para siswa didampingi oleh 4 orang guru pendamping yaitu 2 orang guru laki-laki dan 2 orang guru perempuan. Rombongan diterima oleh Sudibyanto, Kepala Biro Pemajuan HAM bersama dengan tim penyuluh HAM di ruang pleno Komnas HAM. Selain penyuluhan mengenai implementasi nilai-nilai HAM, acara juga diisi dengan pemutaran film mengenai fungsi dan kewenangan Komnas HAM.

Acara ditutup dan kemudian dilanjutkan dengan pertukaran cinderamata berupa terbitan serta plakat dari Komnas HAM dan penyerahan plakat dari SMP Katolik Permata Bunda. Kemudian seluruh siswa-siswi SMP Permata Bunda berfoto bersama dengan tim Penyuluh. Sugeng Sokotjo
Short link