Kabar Latuharary

Komnas HAM Harus Fokus Menangani Pelanggaran HAM

Komisi III DPR RI meminta agar Komnas HAM lebih fokus danserius dalam menangani kasus-kasus pelanggaran HAM dan pelanggaran HAM yangberat. Komnas HAM juga harus menyampaikan secara periodik hasil investigasi dan pengaduan pelanggaran HAM yang diterima kepada Komisi III DPR RI.

Demikian  kesimpulan Rapat Dengar Pendapat(RDP) antara Komnas HAM dengan Komisi III DPR RI yang berlangsung di Gedung Nusantara II pada Rabu 29Maret 2017.

Dalam acara tersebut, hadir Ketua Komnas HAM, Wakil Ketua,dan Komisioner Komnas HAM serta Plt. Sesjen dan jajarannya. Sedangkan dariKomisi III dipimpin oleh Desmond J Mahesa dan sekitar 12 anggota dari berbagaifraksi.

Ketua Komnas HAM M. Imdadun Rahmat menyampaikan bahwa untukkasus pelanggaran HAM yang berat dalam kasus Wasior dan Wamena, akan ditanganidi Pengadilan HAM. Sedangkan kasus-kasus lainnya sedang dicarikan mekanismepenyelesaian yang adil, baik secara yudisial dan/atau non yudisial.

"Komnas HAM telah mengusulkan ke Menkopolhukam perlunya dibentuk KomiteKebenaran dan Rekonsiliasi dibawah Presiden, dengan tugas pengungkapankebenaran, rekonsiliasi, dan restitusi," tegas Imdad. Komnas HAM jugatidak pernah menyepakati adanya penyelesaian kasus pelanggaran HAM yang beratmelalui Dewan Kerukunan Nasional.

Anggota Komisi III Faisal Akbar menanyakan tentang tindak lanjut penangananribuan aduan yang diterima oleh Komnas HAM. "Ada ribuan kasus pengaduanterhadap kepolisian, apa langkah dan tindak lanjut Komnas HAM untukmenanganinya bersama dengan Polri?" tanya Akbar. Ia meminta supaya KomnasHAM fokus pada penyelesaian kasus-kasus tersebut sehingga publik mengetahuihasil kerja Komnas HAM.

Komisi III sebagai mitra kerja strategis Komnas HAM berkepentingan agar Komnas HAM lebih efektif dalam menangani kasus-kasus pelanggaran HAM sehingga memberikan kepuasan bagi masyarakat. (MDH)

Short link