Kabar Latuharary

Tersusun Draft Modul Pelatihan HAM untuk Brimob

Menindaklanjuti harapan dari Divisi Hukum Polri supayaKomnas HAM memberikan pelatihan HAM bagi anggota Brimob, diadakan konsinyeringpenyusunan modul pelatihan HAM bagi Brimob pada 14-16 Juni 2017 di Hotel Santika Depok, JawaBarat.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Komisioner Muhammad Nurkhoirondan diikuti oleh Plh. Kabiro Pemajuan HAM, Plt. Kabag Penyuluhan, serta para penyuluh Komnas HAM di bawah program "Polisi Berbasis HAM" yang diberikan mandat untuk menyusunmodul.

Pada hari pertama, acara diisi dengan kegiatan penyempurnaan modulpelatihan untuk polisi yang telah disusun sejak 2015, supaya lebih kontekstualdan memenuhi kebutuhan kekinian. Hadir sebagai narasumber Mufti dari Lokataru,untuk memberikan respon dan masukan atas modul yang disusun Komnas HAM.

Pada hari kedua, hadir perwakilan dari Bagian HAM DivkumPolri yaitu AKBP Agus Darojat dan staf, serta Kepala Puslat Mako Brimob AKBPErwan. Para penyuluh berdiskusi dengan perwakilan Polri untuk menjajagi materisesuai dengan kebutuhan Brimob, yang terdiri atas dua unit besar, yaitu Geganadan Pelopor.

Menurut Erwan, di dalam Gegana terdapat Resmob, Anti Teror,Penjinak Bom, dan Search and Rescue (SAR). Kemudian di dalam Pelopor, terdapatunit Pasukan Anti Huru Hara dan Insurgency (penumpasan teroris dan pihak lainyang menganggu keamanan negara.

Dengan mengetahui unit yang ada dalam struktur Brimob, makaakan bisa disusun materi yang sesuai dan tepat dengan tugas dan fungsi Brimobyang bersentuhan dengan HAM.

Mufti menekankan perlunya pelatihan yang sifatnya adalah membentuk kepribadian, tidak hanya transfer pengetahuan. Selain itu, ia menyampaikan antara target sasaran training dengan materi serta metode. "Pelatihan untuk perwira tentu berbeda metodenya dengan pelatihan untuk bintara/tamtama," ujar Mufti.

Selain itu, Mufti berharap bahwa materi ajar memuat hal dan kalimat yang postitif untuk memutus dikotomi antara HAM dan polisi. "Polisi adalah penegak HAM, sampaikan terus menerus hal ini agar memunculkan self confidence bagi Polri," tegas Mufti.

Konsinyering tersebut menghasilkan tindak lanjut yaitu bahwauntuk 2017, yang akan dijadikan sasaran training adalah tim fasilitator yangterdiri atas staf Komnas HAM, Brimob, dan Divkum Polri. Tim fasilitatortersebut akan dikukuhkan bersama antara Komnas HAM dan Polri, dengan tugasmerumuskan dan mereview modul, mengumpulkan bahan-bahan, menyiapkan materiPerjanjian Kerja Sama, dan mengujicobakan modul.

Sedangkan untuk anggota Brimob sendiri, meningat jumlahpimpinan satuan (Batalyon, Kompi, dan Peleton) yang sangat banyak, yaitusekitar 168 orang, perlu disusun rencana pelatihan secara matang dalam jangkapanjang.

Komisioner Roichatul Aswidah yang menutup acara menyampaikanapresiasinya atas kerjasama dengan Polri, sebagai wujud dari MOU antara kedualembaga yang ditandatangani pada Mei 2017. Ia berharap tindak lanjut bisa segeradirealisasikan sesuai dengan waktu yang disepakati. (MDH)

Short link