Kabar Latuharary

Kulonprogo dan Pembangunan Berdikari

Latuharhary – Nur Kholis menilai bahwa Kabupaten Kulonprogo mempunyai konsep plus karena tidak lagi sekedar berwacana, kabupaten ini telah mampu mengimplementasikan ide-idenya dan menuju kepada pembangunan berdikari dan mandiri.

Hal ini disampaikannya pada saat acara penandatanganan MoU antara Komnas HAM dan Kabupaten Kulonprogo pada Kamis, 19 Oktober 2017 di kantor Bupati Kuloprogo.

“Banyak konsep yang ideal tapi Kulonprogo saya lihat mempunyai konsep plus yaitu konsep yang telah diimplementasikan. Oleh karena itu saya sejujurnya memberikan dukungan kepada Bapak Bupati. Negara seharusnya dibangun berdikari dan mandiri seperti ini,” katanya.

Komentar Nur Kholis ini kiranya beralasan karena berdasarkan pemaparan Bupati Kulon Progo, dr. H. Hasto Wardoyo Sp.OG (K) daerah ini telah mencapai surplus hasil pertanian khususnya beras yang menjadi produk pertanian utama di kawasan ini, mendorong peningkatan ekonomi rakyat khususnya pada sektor retail melalui pembangunan Tumira (Toko Milik Rakyat) menggantikan toko-toko retail franchise (Indomaret dan Alfamaret), meningkatkan perlindungan generasi muda terhadap rokok, meningkatkan antisipasi atas ancaman kanker serviks pada perempuan, mendorong pendidikan karakter berbasis agama di sekolah-sekolah milik pemerintah.

Tak hanya itu, Pemkab Kulon Progo di bawah kepemimpinannya juga telah mendorong penghapusan tenaga kerja anak; pengelolaan dana CSR untuk kegiatan zakat, infaq, shodaqoh dan bedah rumah warga-warga miskin; menggalakkan gerakan pembangunan jamban; menggratiskan layanan kesehatan ke semua warga baik yang mempunyai BPJS atau tidak; mendorong produksi air mineral lokal dengan merek “KU”  dan seterusnya.