Kabar Latuharary

Penyuluhan HAM untuk Kapolres dan Perwira Polda Maluku

Komnas HAM menyelenggarakan Penyuluhan HAM bagi Kapolres sertaAnggota Polda Maluku. Kegiatan dengantema “Polisi Ramah HAM” itu diselenggarakan pada Selasa, 12 Desember 2017 di Ambon.

Dalam kegiatantersebut, Komnas HAM dan Polda Maluku sepakat akan menyelenggarakan KerjasamaPemajuan HAM melaluipenandatanganan Perjanjian Kerjasama antara kedua belah pihak.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara memaparkan, polisimerupakan pihak yang paling banyak diadukan oleh masyarakat. “kalau melihat angkanyaini wajar, karena polisi merupakan garda terdepan dalam penanganan keamanan danpaling bersinggungan dengan masyarakat,” ujar Beka.

Komnas HAM sangat mengapresiasi langkah-langkah kepolisian yang terusberupaya meningkatkan profesionalisme aparat Kepolisian, seperti menerbitkan Peraturan Kapolri tentangImplementasi HAM, yang diimplementasikan hingga tingkat daerah.

Kapolda Maluku, melalui Kabidkum Polda Maluku,Kombes. Pol. Sih Harno mengharapkan, kerjasamaPolda Maluku dan Komnas HAM dapat terus ditingkatkan agardapat meningkatkan kualitas dan profesionalisme anggota Polisi yang sangat dinanti masyarakat.

“Kita masih banyak kekurangan, memang perluterus diawasi oleh masyarakat dan tentunya juga Komnas HAM, hal ini untuk mewujudkan slogan Kapolri, yaitu PROMOTER (Profesional, Modern, Terpercaya),” tambah Kabidkum.

Penyuluhan yangdiselenggarakan di Swiss Bell Hotel ini diikuti oleh Kapolres – Kapolresse-Polda Maluku. Selain itu hadir pula sebagai peserta beberapa Pejabat UtamaPolda, Perwakilan Ombudsman Maluku, dan Kesbangpol Provinsi Maluku.

Sebagai pemateri dalampenyuluhan tersebut yakni Beka Ulung Hapsara dengan materi  “Pembangunan dan Tata Kelola Pemerintahan,Perspektif HAM dan Peran Komnas HAM,” Kabidkum Polda Maluku dengan tema “Perandan Kebijakan Polda Maluku dalam Mengimplementasikan Perkap 8 Tahun 2009.”Diskusi sesi pertama dipandu oleh Abiyoga, Penyuluh Komnas HAM.

Pada sesi kedua yangdimoderatori oleh Yusmalinda Holle, menghadirkan pembicara dari akademisi yakniDR. Jhon Pasalbessy dengan topic “Kajian Yuridis Penerapan Perkap 8 Tahun 200”serta Penyelidik Senior Komnas HAM, Sriyana, yang mengangkat topik “Perlindunganterhadap aparat Kepolisian dalam Menjalankan Tugas.” (Abiyoga)

Short link