Pendidikan dan Penyuluhan

Pembahasan Modul Pengenalan Hak Asasi Manusia dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam

Pada 27-28 Desember 2017, Komnas HAMterlibat dalam kegiatan Workshop PenyusunanModul Integrasi Hak Asasi Manusia (HAM) ke dalam Kurikulum Pendidikan AgamaIslam (PAI) di Madrasah Tsanawiyah (Setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)di Hotel Mercure, Cikini, Jakarta Pusat. Kegiatan ini diselenggarakan olehPerkumpulan Omah Munir bekerja sama dengan Direktorat Jenderal PendidikanMadrasah Kementerian Agama Republik Indonesia.

Workshop
inifokus membahas penyempurnaan Draf Modul Pengenalan Hak Asasi Manusia dalam KurikulumPendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah yang telah dirancang pada tahun2016. Pada 2016 telah dilaksanakan workshop untuk mengelaborasi ilmu Fiqih, AlQur’an Hadits dan Aqidah Akhlaq untuk diintegrasikan dengan nilai-nilai HAM. Adapuntujuan dari workshop 2017 adalah untuk mengidentifikasi isi materi terkaitteknik integrasi dari draf modul HAM ke dalam pengajaran pendidikan Agama Islam(Fiqih, Al Qur’an Hadits dan Aqidah Akhlaq) di Madrasah Tsanawiyah dan melakukan revisi atas isi materi dan metodepenyampaian materi dari draf modul sehingga dapat dipergunakan dengan efektifdalam pembelajaran di kelas.

Padahari ke-1, 27 Desember 2017, acara di buka oleh Mufti Makarim mewakili Board Perkumpulan Omah Munir. Muftimenyampaikan terima kasih atas kehadiran undangan dan menjelaskan secarasingkat latar belakang serta tujuan kegiatan. Mufti juga memperkenalkan paranarasumber yang hadir dan juga harapannya terhadap pelaksanaan kegiatan workshop.

Usaipembukaan, acara dilanjutkan dengan presentasi dari Sri Suparyati yangmenjelaskan tentang konsep HAM. Pada kesempatan ini Sri Suparyati menyampaikantentang pengertian HAM, sekilas sejarah DUHAM, prinsip-prinsip HAM, jenis-jenishak, pelanggaran HAM dan mekanisme penanganan pelanggaran HAM.

Selanjutnya, adalah presentasi darinarasumber Media Zainul Bahri. Pada kesempatan ini narasumber memaparkantentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai HAM dalam syariah Islam.Narasumber mengulas hubungan antara nilai-nilai HAM dan syariah Islam,memberikan catatan materi syariah Islam apa saja yang perlu diperbaiki,diperkuat untuk disampaikan kepada siswa-siswi setingkat MTsN.

Presentasiberikutnya disampaikan oleh narasumber Irfan Amalee. Narasumber mengulastentang metode pembelajaran yang ada di draf modul. Pada kesempatan ininarasumber menjelaskan metode pembelajaran TANDUR yaitu: T = Tumbuhkan Minat,A=Alami, N=Namai, D=Demonstrasikan, U=Ulangi, R=Rayakan.

Setelahpemaparan materi dari para narasumber, acara dilanjutkan dengan diskusikelompok. Panitia membagi peserta menjadi tiga kelompok. Kelompok ke-1mendiskusikan integrasi HAM ke dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak, kelompokke-2 membahas integrasi HAM ke dalam mata pelajaran Al Qur’an Hadits, dankelompok ke-3 membicarakan integrasi HAM ke dalam mata pelajaran Fiqih. Tiapkelompok diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugasnya sampai jam 21.00 WIB.

Harike-2, 28 Desember 2017, acara dimulai dari jam 09.00 WIB. Acara diawali dengan review lalu dilanjutkan presentasi hasildiskusi dari semua kelompok. Presentasi dimulai dari kelompok ke-1, dilanjutkankelompok ke-2 dan ke-3. Setiap kelompok melakukan presentasi, kelompok laintermasuk narasumber memberikan komentar, tanggapan, catatan, masukan. Usaipleno hasil diskusi, acara dilanjutkan dengan penyampaian poin-poin pentingyang telah berhasil dicapai selama workshop.Terakhir tim panitia menutup acara dan menyampaikan terima kasih kepada parapihak yang terlibat dalam workshop.

KomnasHAM yang diwakili Rusman Widodo hadir sebagai peserta aktif dalam kegiatan workshop ini. Komnas HAM menyampaikanpandangannya dan memberikan masukan terutama terkait dengan konsep HAM. TerkaitHAM, ada dua hal yang perlu diintegrasikan di dalam modul yaitu tentangprinsip-prinsip HAM dan hak-hak yang tercantum di dalam Deklarasi Universal HakAsasi Manusia (DUHAM). Selama workshopKomnas HAM terlibat aktif berdiskusi dengan para guru tsanawiyah yang jugahadir sebagai peserta. Mereka berasal dari Jakarta dan Malang, Jawa Timur.

Workshopberhasil melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap draf modul. Selanjutnyatim dari Perkumpulan Omah Munir akan menyempurnakan draf modul tersebut secarasubstansial dan redaksional berdasarkan catatan, masukan, komentar dari seluruhpeserta workshop dan narasumber yanghadir. (Rusman Widodo)

 
Short link