Kabar Latuharary

Hak Penyandang Disabilitas Mental Wajib Diperhatikan

Bertepatandengan momentum peringatan Hari Disabilitas Internasional, Komisi Nasional HakAsasi Manusia (Komnas HAM) merilis Laporan Kegiatan observasi dalam sebuah bukuberjudul “HAM Penyandang Disabilitas Mental di Panti Rehabilitasi Sosial" padaSenin (3/12) di gedung Komnas HAM.

Sepanjang 2017, Komnas HAM telah melakukan observasi di enam -panti rehabilitasi sosial yang dikelola sektor swasta di Kabupaten Brebes, CIlacap, Bantul dan Sleman.

MochammadFelani, peneliti Komnas HAM mengungkapkan bahwa mereka dan tim melakukanmetode surveillance atau sidak dalam observasi.

Adabeberapa  poin temuan dalam laporankegiatan observasi ini,  antara lain Penderita Disabilitas Mental (PDM) merupakan kelompok masyarakat yang masih menanggung stigma buruk. Kami masih menemukanpersepsi keliru atas PDM yang dianggap sebagai kutukan dan kerasukan jin. Praktikpenanganan PDM masih meutamakan cara pasung dan belenggu dan rentan menghadapipelecehan seksual. "Negara belum serius menangani PDM di panti-pantirehabilitasi sosial,“ papar Felani.

Selanjutnya,peneliti Komnas HAM Isnenngtyas Yulianti juga menyebutkan di Panti Galuh dan Yayasan Al FajarTambun juga memiliki kondisi yang sama dengan 6 panti rehabilitasi sosial yangtelah dikunjungi.

“Pada Oktober 2017, kami  mendatangi dua panti asuhan yang menampung sekitar 200 orang. Hal yangpaling mengkhawatirkan adalah dicampurnya anak-anak dengan orang dewasa, “ungkap Yuli.

KomisionerPengkajian dan Penelitian, Mochammad Anam menegaskan bahwa dari hasil termuanitu human dignity sangat pentingdalam konteks  Penyandang DisabilitasMental (PDM).

“Kelompokyang paling mendapat perlakuan tidak manusiawi adalah PDM karena dia dibuang olehkeluarga, tetapi di sisi lain negara juga abai dengan mereka. Akibatnya, banyakPDM ditemukan di jalan-jalan, “ kata Mochammad Anam.

Selainiu, tambah Anam, sebagai kebijakan implementasi pemenuhan hak-hak PDM baik UU maupun praktek di lapangan belum terlihat.Hal ini terbukti belum diselesaikan PP dariUU 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Diakhir jumpa pers, Anam menyampaikan harapannya kepada segenap lapisanmasyarakat untuk mengubah perspektif dan membangkitkan peradaban kemanusiaan.

“Semogadi Hari Hak Penyandang Disabilitas Internasional ini, kita tidak melupakan teman-teman Penyandang Disabilitas Mental (PDM),” tutup Anam. (Elga) 
Short link