Kabar Latuharary

Capaian dan Tantangan Pendidikan dan Penyuluhan HAM

Pimpinan Komnas HAM memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pendidikan dan penyuluhan sepanjang 2018 karena berhasil mengorganisir kegiatan yang mempunyai dampak signifikan dalam memajukan HAM. 

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik ketika membuka Rapat Kerja Evaluasi Diseminasi Isu-Isu HAM yang diselenggarakan di Hotel Santika Jakarta pada 18-20 Desember 2018.

Hadir dalam acara itu pmpinan Komnas HAM yang lain, yaitu Sandra Moniaga dan Hairansyah, serta Beka Ulung Hapsara.

Kegiatan yang dilaksanakan itu diantaranya adalah Festival HAM di Wonosobo pada 13-15 November 2018, Sidang HAM pada 21-22 November 2018 dan puncaknya adalah Hari HAM Internasional pada 10-11 Desember 2018 yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Selama tiga hari, rapat kerja akan diisi dengan evaluasi program dan kegiatan yang dilaksanakan sepanjang 2018, diantaranya adalah program Polisi Berbasis HAM, Sekolah Ramah HAM, Kabupaten/Kota HAM, Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas, serta fungsi pendukung yang juga sangat strategis yaitu Perpustakaan, Teknologi Informasi dan Publikasi.

Selain ada capaian yang signifikan, dicatat pula tantangan dan kendala yang dihadapi sehingga perlu diperbaiki untuk pelaksanaan kerja pada 2019.

Menurut Sesjen Komnas HAM Tasdiyanto, fungsi pendidikan dan penyuluhan HAM menjadi ujung tombak bagi kerja-kerja Komnas HAM yang mempunyai misi untuk mendorong pemenuhan dan perlindungan HAM. 

Sedangkan Hairansyah meminta agar dikembangkan metode pendidikan dan penyuluhan HAM yang bisa menjangkau masyarakat secara luas dengan memanfaatkan teknologi informasi. Hal ini juga menjadi harapan dari Komisioner yang mengampu fungsi pendidikan dan penyuluhan, Beka Ulung Hapsara. (MDH)







Short link