Kabar Latuharary

BPN Memenuhi Undangan Komnas HAM

Hari kedua (20 Februari 2019) #BedahVisiMisi pasangan calon presiden dan wakil presiden dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) #Paslon02.

Setelah kemarin Arsul Sani mewakili Tim Kampanye Nasional (TKN) Paslon 01 memaparkan dan berdiskusi terkait visi misi dalam penegakan dan pemenuhan HAM, hari ini giliran BPN yang diwakili oleh Habiburrokhman dan Ansori Sinungan.

Ansori dan Habiburrokhman dari Direktorat Advokasi dan Hukum BPN memaparkan visi misi #Paslon02 yang terkait dengan HAM. Ansori mengawali dengan pernyataan bahwa seluruh aspek kehidupan termasuk dengan seluruh visi misi #Paslon02 adalah persoalan HAM. Namun, Ansori menekankan bahwa misi #Paslon02 yang berkaitan dengan HAM tercantum dalam misi membangun keadilan dan HAM.

Misi tersebut diturunkan dalam beberapa program aksi, misalnya melindungi HAM seluruh warga negara dan mencegah diskriminasi sesuai dg tata aturan yang berlaku, menjamin kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat di muka umum, dan menjamin kebebasan berekspresi bagi seniman dan pelaku budaya.

Di samping itu, Habiburkhman menekankan bahwa saat ini dua hak yang paling memprihatikan dalam implementasinya adalah hak persamaan di muka hukum dan hak menyampaikan pendapat.

Amirudin, Komisioner Komnas HAM, lebih jauh memberikan masukan bahwa pada tataran calon presiden dan calon wakil presiden harusnya berada pada ranah bagaimana membangun orientasi hak asasi manusia lima tahun ke depan. Termasuk bagaimana pemenuhannya.

Selain tanggapan dari komisioner Komnas HAM, BPN #Paslon02 juga menerima masukan dan kritikan dari Komnas Perempuan, KPAI, Amnesty International, Lokataru, mahasiswa, dan jurnalis.

Menanggapi penyelesaian pelanggaran berat HAM masa lalu, Ansori Sinungan menegaskan bahwa menyelesaikan permasalahan ini harus dimulai dari tekad dan komitmen negara untuk menyelesaikannya. (SR)
Short link