Kabar Latuharary

Komnas HAM Prakarsai Seruan Damai Pemilu 2019

Latuharhary – Komnas HAM mengajaksejumlah elemen masyarakat untuk menyerukan pemilu 2019 yang adil dan damaidalam deklarasi Seruan Kebangsaan untuk Pemilu Damai 2019 di Gedung Komnas HAMJakarta, Jumat, 12 April 2019.

Tampak hadir dalamdeklarasi tersebut adalah Ahmad Taufan Damanik (Ketua Komnas HAM), Hairansyah(Wakil Ketua Bidang Internal), Sandrayati Moniaga (Wakil Ketua BidangEkstrernal), Amiruddin (Koordinator Penegakan HAM), Beka Ulung Hapsara(Koordinator Pemajuan HAM), dan sejumlah tokoh masyarakat dan Pegiat HAM sepertiMakarim Wibisono dan perwakilan sejumlah lembaga mulai dari KomnasPerempuan, YLBHI, kelompok penyandang disabilitas, hingga Amnesty InternasionalIndonesia.

Ketua Komnas HAM, AhmadTaufan Damanik, dalam sambutannya menyampaikan agar masyarakat tetap menghargaiperbedaan pada momen pencoblosan 17 April 2019 nanti. “Semua pihak dankelompok masyarakat agar menghargaipilihan politik segenap warga negara, tidak menghalangi warga megara menuju TPSuntuk menggunakan hak pilihnya dan tidak menghalangi warga negarayang tidak mau menggunakan hak pilihnya," katanya mewakili lembagasipil yang hadir.

Selain itu, Taufan juga meminta kepada para pesertapemilu dan masyarakat untuk memberikan ruang dan kesempatan kepadapenyelenggara Pemilu 2019 bekerja secara profesional, cermat, dan transparan. Bagi pihak-pihakyang berkeberatan dengan proses dan hasil pemiluselayaknya menggunakan mekanisme konstitusional yang telah tersedia sesuai UUyang berlaku,” tukasnya.

Taufan menjelaskan, perbedaan sikap dan pilihanpolitik dalam pemilu adalah hal yang wajar dalam demokrasi.
“Semua pihak agar menahan diri dan mencegahterjadinya aksi-aksi provokasi yang mengarah pada pengerahan massadan tindak kekerasan," tambahnya.

Oleh karena itu,
lanjut Taufan, semua pimpinan partai politik dan parakontenstan Pilpres dan Pilegmemiliki kewajiban moral untuk menghimbau pendukungdan simpatisannya agar menghargai prosesdemokrasi. Selain itu, menghindari kegiatan dan perilaku yang bisa memicukekerasan. Semua pihak, agar mencegah penyebaran hoaks,fitnah, dan ujaran kebencian demi kesuksesan pemilu dan persatuan bangsa,” pungkasnya. (Egi/ENS)

 

Short link