Kabar Latuharary

Setiap ASN Komnas HAM Harus Mampu Jadi Humas

Latuharhary - Kinerja Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) selalu mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Demi   peningkatan informasi kepada publik terkait kinerja, segenap stafnya harus mampu menjadi humas bagi lembaga independen tersebut.

"Setiap pegawai harus bisa menulis agar publik mengetahui kinerja kita," cetus Sesjen Komnas HAM Tasdiyanto ketika menutup Pelatihan Kehumasan Pengembangan Humas Komnas HAM, Kamis (25/4/2019).

Kepiawaian menulis bagi setiap aparatur sipil negara (ASN), lanjutnya, menjadi sebuah investasi bagi pengembangan citra lembaga pemerintah. Terutama untuk menginformasikan hal-hal tentang pelayanan bagi publik.

Kesadaran untuk menyampaikan informasi yang benar tersebut sekaligus sebagai upaya menangkal hoaks pemberitaan. Untuk itulah para komisioner Komnas HAM ikut mendorong pembentukan humas dalam keorganisasian lembaga yang telah menapak masa kerja 25 tahun ini.

Diawali dengan pelatihan kehumasan bersama tim Sekolah Jurnalisme Media Indonesia selama tiga hari, 23-25 April 2019. Materi penulisan beserta teknik fotografi diberikan bagi sekira 24 orang staf.

Melihat antusiasme peserta pelatihan, Tasdiyanto optimistis kedepan Komnas HAM menjadi sebuah lembaga penegakan HAM profesional.

"Tim humas penting sebagai dapur komunikasi publik agar apa yang kita lakukan tersampaikan dengan baik. Seperti sebuah dapur, baik alat dan juru masaknya ada untuk mengolah info dan data agar disajikan menjadi sebuah tulisan yang baik dan tak mudah dipelintir media," ujar Tasdiyanto.

Salah satu pemateri pelatihan, Public Relation and Publicity Manager MetroTV Henny Puspitasari mendukung pencitraan lembaga melalui jalinan kedekatan dengan media massa. Kesan bahwa Komnas HAM lekat dengan kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM, menurutnya dapat dinarasikan ulang sebagai kebermanfaatan kesadaran penegakan HAM dalam kehidupan sehari-hari.

"Komnas HAM harus muncul dengan branding (pencitraan) yang memperhalus kesan banyak kasus. Tampillah dengan narasi menarik bagi publik dan ingat, setiap staf Komnas HAM adalah humas bagi lembaganya," terang Henny.

Selain belajar branding kelembagaan, peserta pelatihan juga diajak mengolah isu dan menggali fakta HAM bersama Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong, berbahasa yang baik dan menarik dengan Dewan Redaksi MI Djadjat Sudrajat. Teknik mencari angle foto terbaik turut disampaikan oleh Kadiv Artistik dan Foto Media Indonesia Hariyanto beserta fotografer senior Ramdani. Materi pelatihan pun ditutup dengan praktik penulisan bersama Redaktur Opini Media Indonesia Eko Suprihatno.(IW)

Short link