Kabar Latuharary

Komnas HAM Terima Konsultasi dan Pengaduan Proaktif di Batam dan Karimun

Latuharhary – Komnas HAM menerima konsultasi dan pengaduan proaktif di Kota Batamdan Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa s.d. Jumat , 23 s.d. 26 April2019.

Tim Komnas HAM yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Hairansyah (WakilKetua Bidang Internal) dan Tim dari Bagian Dukungan Pelayanan Pengaduan yaitu UnunKholisa, Reza Perdana, Ceria Alamiyati, dan Topan R.

Kegiatan yangdilakukan adalah Pembukaan Pos Pengaduan Komnas HAM dan FGD di PAHAMKepulauan Riau, Batam yang dilakukan pada 24April 2019. Kegiatan serupa juga dilakukan diUniversitas Karimun pada 25 April 2019.


Selain itu, Tim KomnasHAM juga melakukan kegiatan talkshow di  sejumlah stasiun radio yaitu Batam FM padatanggal 23 April 2019, RRI Batam pada tanggal 24 April 2019 dan Radio PemdaKarimun Canggai Putri pada 25 April 2019. 


Berdasarkan kegiatan tersebut,tampak bahwa respon masyarakat di Kepulauan Riau terkait   pembukaan pos penerimaan konsultasi dan pengaduan proaktif oleh Komnas HAM, cukup atusias. Bahkan berdasarkan respon masyarakat ini,Tim Komnas HAM dapat menyimpulkan kurangnya  pemahamanan masyarakat terkait kategoripelanggaran hukum dan pelanggaran HAM yang menjadi ranah Komnas HAM. 

Perlu disampaikanbahwa pada kegiatan ini Komnas HAM telah menerima 8 (delapan) konsultasi kasus.Berdasarkan informasi kasus-kasus tersebut, Tim Komnas HAM kembali dapatmenyimpulkan bahwa di Kota Batam, Kabupaten Karimun dansekitarnya terdapat dugaan pelanggaran hak atas kesejahteraan yang ditimbulkan oleh sengketa tanah dengan BPBatam dan permasalahan perburuhan terkait pembatasan usia pekerja.

Terkaitkesimpulan tersebut, Tim Komnas HAM pun merekomendasikan agar KomnasHAM tetap melaksanakan program pembukaan pospenerimaan konsultasi dan pengaduandi daerah-daerah yang sulit mengakses kantorKomnas HAM Pusat di Jakarta, partner kerjasamadi wilayah pembukaan pos penerimaan konsultasidan pengaduan Komnas HAM pun sebaiknya diperhitungkan dengan baik dan pihakLSM diidentifikasi lebih tepat dibandingkan pihak lainnya, dan pendidikan-penyuluhanHAM sebaiknya diselenggarakan dengan serius sampai dengan level akar rumput.

Selama 5(lima) tahun terakhir Komnas HAM telah menerima ribuan berkas pengaduan. Sepanjang2018 saja, terdapat 2.244pengaduan baru diterima dari seluruh wilayah Indonesia. Jumlah ini diduga hanyasebagian kecil dari peristiwa dugaan pelanggaran HAM yang yang terjadi dalamkurun tersebut.


Kondisi tersebutmengharuskan Komnas HAM memperluas kemampuannya dalam menerima pengaduan pelanggaranHAM. Sementara Komnas HAM hanya memiliki 6 perwakilan di seluruh Indonesiayaitu di Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, danPapua. Hal ini mendorong Bagian Dukungan PelayananPengaduan pada 2019 kembali melaksanakan kegiatankonsultasi dan penerimaan pengaduan proaktif di daerah.  (ENS)
Short link