Kabar Latuharary

MER-C Dukung Komnas HAM Selidiki Kematian Ratusan Petugas KPPS

Latuharhary- Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), organisasi sosial kemanusiaan dibidang kegawatdaruratan medis, menyatakan dukungannya atas komitmen Tim PemantauPemilu Komnas HAM untuk menginvestigasi kematian ratusan Petugas KelompokPenyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), pada audiensi di ruang kerja KetuaKomnas HAM Menteng Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).    

Ketua Presidium MER-C, dr Sarbini Abdul Murad,menilai adanya kepentingan yang sejalan antara organisasinya dengan Komnas HAM.“Kita tidak bisa menyingkirkan munculnya pemikiran-pemikiran negatif darimasyarakat perihal sebab-sebab kematian para Petugas KPPS tersebut. MER-C danKomnas HAM dapat bekerja sama, berusaha untuk meredam pemikiran negatiftersebut agar publik yakin bahwa ini bukan bagian dari peristiwa kriminal,melainkan peristiwa biasa saja,” ucap Sarbini menegaskan.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, menyambutbaik dukungan MER-C ini. "Kami sangat senang karena mendapatkan dukungandari MER-C, apalagi waktunya sangat sempit. Sebelum tanggal 22 Mei kami sudahharus mengumumkan hasil temuan kami,” ungkapnya.

Perlu disampaikan, berdasarkan data KomisiPemilihan Umum (KPU) per 10 Mei 2019, jumlah Petugas KPPS yang meninggal duniatelah mencapai angka 469 orang dan sebanyak 4.602 lainnya dilaporkan tengahmenderita sakit. Komnas HAM menilai besarnya angka kematian Petugas KPPS pascaPilpres dan Pileg serentak 17 April 2019 lalu, membutuhkan pemeriksaan medisyang valid guna meredam maraknya isu negatif yang berkembang di masyarakat.  

Komnas HAM, imbuh Taufan, dalam investigasi yangakan dimulai pada 15 Mei 2019 mendatang juga telah meminta bantuan kepadapihak-pihak yang berkompeten di bidang medis. “Kami memperkirakan bahwakendala akan kami hadapi adalah pada proses penggalian fakta karena persoalan tarikmenarik kebutuhan politik. Akan tetapi saya meyakini bahwa seorang dokter akanterikat dengan kode etik profesinya, apapun pilihan politiknya," tukasTaufan.

Taufan menjelaskan, keputusan melakukanpenyelidikan atas kematian ratusan Petugas KPPS pasca Pilpres dan Pilegserentak 17 April 2019 merupakan hasil keputusan Sidang Paripurna Komnas HAMyang menindaklanjuti aduan masyarakat dan informasi yang diperoleh dari mediamassa. Keputusan ini sesungguhnya menambah tugas dari Tim Pemantau PemiluKomnas HAM yang telah dibentuk sejak beberapa waktu lalu.   

Audiensi ini juga dihadiri oleh Kepala Biro DukunganPemajuan HAM Komnas HAM Andante Widi Arundhati dan Kepala Divisi PenggalanganDana MER-C Luly Larissa, serta dua orang perwakilan MER-C lainnya.(SP/IW/ENS)

 

Short link