Kabar Latuharhary

Polda Sulut Apresiasi Kehadiran Komnas HAM

Manado – “Posisi Polisi dalam negara demokrasi sangat penting. Namun terkadang berbenturan dengan kepentingan masyarakat,” demikian disampaikan Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM, Abdul Haris Semendawai saat memberikan sambutan dalam Pelatihan HAM untuk anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Selasa 26 Maret 2024. Lebih lanjut Semendawai menyampaikan mengenai pentingnya anggota Polisi yang mengetahui, memahami dan menjalankan kewajibannya sebagai aparatur negara.

“Negara memiliki kewajiban terhadap pemenuhan, perlindungan, dan penghormatan HAM bagi warga negara. Oleh karena itu, Polisi sebagai aparat penegak hukum perlu menerapkan HAM dalam tugas dan fungsinya,” tegasnya.

Pelatihan HAM tersebut digelar selama dua hari yaitu pada 26 – 27 Maret 2024 dengan tema “Penerapan Hak Asasi Manusia dalam Tugas dan Fungsi di Kepolisian”. Pelatihan ini dihadiri oleh 30 (tiga puluh) peserta yang terdiri dari beberapa unit kepolisian seperti Brigade Mobile (Brimob), Samapta Bhayangkara (Sabara), Reserse, Propam, dan Satuan Tahanan dan Bukti (Sat-Tahti).


Dalam kesempatan itu, Komnas HAM memberikan materi terkait HAM diantaranya adalah HAM dalam konteks sosial, prinsip-prinsip HAM, pelanggaran HAM dan pelanggaran hukum, tanggung jawab negara dalam penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM, serta Standar Norma dan Pengaturan (SNP) tentang pembela HAM.

Di hari terakhir, peserta dibagi dalam beberapa kelompok diskusi lalu diberikan contoh kasus yang harus diselesaikan menggunakan perspektif HAM. Dalam contoh kasus yang diberikan, peserta diajak untuk memikirkan potensi pelanggaran HAM pada kasus itu dan bagaimana cara mencegahnya. Setelah berdiskusi masing-masing kelompok akan memaparkan hasil kajiannya. Dalam sesi ini, fasilitator membantu peserta untuk mengarahkan tindakan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika menggunakan perspektif HAM dalam menjalankan tugasnya.


Dalam pelatihan yang digelar selama dua hari tersebut, peserta pelatihan aktif dan antusias bertanya terkait tugas dan fungsinya terutama relevansinya terhadap HAM. Hal ini membuat diskusi berjalan dinamis dan tidak monoton. Dalam evaluasi hari terakhir, peserta bahkan menyarankan untuk menambah waktu untuk pelatihan selanjutnya. Selain itu, peserta menyarankan untuk mengganti lokasi pelatihan yang lebih representatif. Pelatihan HAM ini merupakan pelatihan pertama bagi Polda Sulut. Peserta berharap  Komnas HAM akan melakukan pelatihan-pelatihan HAM lainnya di Polda Sulut.

Dalam Pelatihan itu Semendawai didampingi oleh Kepala Biro Dukungan Pemajuan HAM, Esrom Hamonangan Panjaitan serta Tim PBH yaitu Penyuluh Sosial Ahli Muda, Adrianus Abiyoga, Penyuluh Sosial Ahli Pertama, Feri Lubis, Pranata Humas Ahli Pertama, Banu Abdillah dan Analis Kebijakan Ahli Pertama, Iman Supandi.

Penulis : Feri Lubis

Editor : Banu Abdillah


Short link