Rekam Media

Komnas HAM: Tragedi Santet 1998 di Banyuwangi Masih Menunggu Respon Jaksa Agung

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI –Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah bersurat kepada Presiden,menanyakan ketindaklanjutan dari tragedi pembunuhan dukun santet di Banyuwangipada era 1998-1999 silam. Hingga kini, Komnas HAM masih menunggu respon dariJaksa Agung dan Presiden, Kamis (2/5/2019).

"Para pelaku pembunuhandukun santet di Bumi Blambangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompokteroganisir," kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, setelahacara Diskusi Publik Penanganan Pelanggaran HAM Berat di Universitas 17 AgustusBanyuwangi.

Khusus soal ini Komnas HAMmeminta masyakarat Banyuwangi yang merasa keluarganya pernah menjadi korbanagar melapor. Tentu saja laporan itu disertai daftar nama para korban sehinggamenjadi bahan untuk penyelidikan.

Hingga kini, Komnas HAM telahmenuntaskan penyelidikan 11 kasus atas dugaan pelanggaran HAM berat yang sudahterjadi. Berkas penyelidikan kasus itu sudah diserahkan ke Jaksa Agung HMPrasetyo untuk kemudian ditindaklanjuti ke tahap penyidikan.

Dari 11 kasus itu, kataKomisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM, ada yang sudah dilakukanpenyelidikan sejak tahun 2005 silam. Kesebelas berkas kasus itu antara lain,Tragedi 1965 – 1966, Kasus Talangsari, Penembakan Misterius (Petrus), KerusuhanMei 1998, Penghilangan Paksa (aktivis), Waisor Waimena, Santet Banyuwangi,serta empat kasus di Aceh meliputi Simpang Kaka’a, Simpang Gajah, Rumah Gedongdan Bener Meriah.

“Banyak rekomendasi yangditerbitkan. Antara lain meminta presiden agar memerintahkan Jaksa Agungmelakukan penyidikan, meminta masyarakat agar berpartisipasi supaya kasus inicepat selesai, dan meminta DPR agar ikut mengawasi,” katanya.

Saat ini, setiap kasus yang telahdiselidiki dan diteliti Komnas HAM sudah disertai dengan nama-nama terduga pelaku.Hanya saja dirinya tidak bisa mengungkap secara rinci siapa saja yang terlibat.“Karena belum ada pengadilan HAM para pelaku masih melenggang bebas,” katanya.

Selain menggelar diskusi bersamaKomnas HAM, Untag Banyuwangi juga menggelar Seminar Feformasi Agraria yangdiikuti oleh 37 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Daerah Jawa Timur.(*)

 

 

Jurnalis     :               Agung Sedana (MG-61)

Editor        :               Faizal R Arief

Publisher   :               LuckySetyo Hendrawan

Sumber      :               TIMES Banyuwangi

https://www.timesindonesia.co.id/read/212572/20190502/201337/komnas-ham-tragedi-santet-1998-di-banyuwangi-masih-menunggu-respon-jaksa-agung/