Kabar Latuharary

Deklarasi Bojonegoro dalam Festival HAM 2016

Menutup rangkaian kegiatan Festival HAM yang berlangsung sejak 30 November –2 Desember 2016, dihasilkan Deklarasi Bojonegoro.

Deklarasi itu dibacakan oleh Bupati Bojonegoro Suyoto, yang mewakilipemerintah daerah, Ketua Komnas HAM M. Imdadun Rahmat yang mewakili lembaganegara serta Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo yang mewakili organisasimasyarakat sipil, pada 1 Desember 2016.

Deklarasi itu pada pokoknya berisi tujuh butir, yaitu:
  1. Berkomitmen untuk terus berusaha meningkatkanperlindungan, penghormatan, pemajuan dan pemenuhan HAM untuk mencapai kehidupanyang lebih baik;
  2. Mendorong pemerintah daerah untuk mengambil inisiatifmelaksanakan tanggung jawabnya di bidang HAM;
  3. Memastikan bahwa dalam menyelenggarakan agenda-agendamelaksanakan hak asasi manusia, perlu memerhatikan prinsip-prinsip HAM yanguniversal, non-diskriminatif, inklusif, solidaritas dan berkelanjutan;
  4. Mendorong untuk dibuka seluas-luasnya partisipasipublik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah;
  5. Meminta kepada semua pihak untuk berperan aktif dalampeningkatan kapasitas pengetahuan HAM, baik untuk aparat pemerintahan maupunmasyarakat sipil dan pihak-pihak lainnya;
  6. Mendorong kemitraan antara pemerintah daerah, warga, kelompokmasyarakat sipil, akademisi dan sektor swasta untuk menyelenggarakan kabupaten/kotaramah HAM;
  7. Terlibat aktif dalam kerjasama global untukmempromosikan Human Right Cities.

Festival HAM di Bojonegoro adalah kali ketiga dilaksanakan untuk mempromosikan Kota Ramah HAM.

Berdasarkan data pengaduan Komnas HAM, pemerintah daerah adalah termasuk aktor yang paling banyak diadukan karena indikasi pelanggaran HAM. (MDH)

(Foto: Beka Ulung Hapsara)


Short link