Kabar Latuharary

Pemerintah Indonesia Bentuk Tim Atasi Meluasnya Ideologi Kekerasan

Latuharhary – Pemerintah Republik Indonesia akanmelakukan upaya sistematis melalui pembentukan tim khusus untuk membendungideologi kekerasan, radikalisme, fundamentalisme dan virus-virus kekerasan yangmulai menyebar ke sejumlah lini kehidupan bangsa.

Upayapemerintah ini disambut baik oleh Komnas HAM terlebih karena berdasarkanpengamatan Komnas HAM, bangsa ini tengah mengalami penurunan kualitaspenghormatan terhadap orang lain khususnya terkait isu agama, alirankepercayaan, perbedaan suku, perbedaan ras, dan seterusnya.

“Intoleransitelah merasuki sendi-sendi keberagaman bangsa ini. Kondisi ini menimbulkankeprihatinan karena  intoleransi telahmenjalar dan menjadi sebab munculnya kekerasan,” ujar Ketua Komnas HAM M.Imdadun Rahmat pasca pertemuan dengan Presiden RI dan jajarannya pada acaramakan malam di Istana Negara Jakarta menyambut peringatan hari HAMInternasional 10 Desember 2016, pada Jumat, 9 Desember 2016.

Imdadunmenambahkan bahwa kondisi ini menimbulkan keprihatinan karena  intoleransi telah menjalar dan menjadi sebabmunculnya kekerasan.

“Kekerasantelah menyebabkan terjadinya pelanggaran atas kebebasan orang lain untukberekspresi,  menyampaikan pendapat,berkesenian, berkebudayaan, dan kebebasan akademis. Terkait kebebasan akademisini perlu saya berikan penekanan karena kelompok-kelompok intoleran telah memasukikampus,” pungkasnya.

Imdadunkembali menegaskan bahwa Presiden Jokowi juga menyampaikan komitmen Pemerintah dalampenegakan hukum apabila kelompok intoleran terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Menteri Hukumdan HAM Yasonna Laoly pada kesempatan yang sama membenarkan komitmen PemerimtahRI membentuk tim khusus dalam rangka membendung ideologi intoleransi. “Prosesini akan melibatkan kelompok-kelompok sipil. Langkah ini ditempuh dalam rangkapenguatan nasionalisme dan kebangsaan,” tegasnya.

Padakesempatan yang sama, Juru Bicara Kepresidenan atau Staf Khusus KomunikasiPresiden, Johan Budi membenarkan bahwa Presiden RI telah menyampaikan keprihatinannyaterutama karena bibit-bibit intoleransi telah muncul kembali. “Pemerintah akanmembentuk unit khusus yang beranggotakan tokoh-tokoh di luar pemerintah. Halini masih dalam proses pembahasan. Tim ini berfungsi mengembalikan kembalipemahaman atas Pancasila dan NKRI,” paparnya. (Eva Nila Sari)

Short link