Pendidikan dan Penyuluhan

Training of Trainer Kabupaten HAM di Jember

KomnasHAM bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur menyelenggarakanTraining of Trainer (Pelatihan untukPelatih) tentang Pengarusutmaan Kabupaten HAM Tahap I.

Kegiatan yangdilaksanakan pada 14-16 Desember 2016 itu diikuti oleh aparatur pemerintah KabupatenJember dan kalangan masyarakat.

Hal inisebagai salah satu realisasi Memorandumof Understanding (MoU) antara Komnas HAM dengan Pemerintah Kabupaten Jemberyang ditandatangani pada Oktober 2016.


SigitAkbar selaku staf ahli bidang pemerintahan dan politik mewakili Faida BupatiJember menyampaikan bahwa kegiatan ToT ini penting untuk membekali aparatpemerintah kabupaten dan masyarakat dalam rangka mengimplementasikannilai-nilai HAM di Jember.


“Untukmenjadi kabupaten yang ramah HAM tidak mudah, karena harus dilakukan satu action yang nyata bukan sekadar labelsaja,” ujar Sigit.


KomisionerSubkomisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM Muhammad Nurkhoiron menyampaikanperlunya menjaga keragaman yang ada di Indonesia dan merawat sikap toleransiyang telah dimiliki masyarakat Indonesia.


“Pelatihan seperti ini bisa menjadi ruangdiskusi bersama bagi kita semua untuk mewujudkan Kabupaten HAM di Jember,” kataMuhammad Nurkhoiron.


MuhammadNurkhoiron berharap agar pasca-pelatihan, para peserta dapat ikut aktifmenyebarluaskan nilai-nilai HAM ke masyarakat luas.


ToT yang difasilitasioleh para Penyuluh HAM dari Komnas HAM ini dihadiri oleh 25 peserta. Parapeserta berasal dari aparatur Pemerintah Kabupaten Jember dan perwakilan dariberbagai macam lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada di Jember, Jawa Timur.


Selama tiga hari peserta mempelajari materi tentang tentang KonsepDasar HAM dan Dinamika Perkembangannya; Peran Pemerintah Daerah dalamPenghormatan, Perlindungan,  danPemenuhan HAM; Konsep Pembangunan Berbasis HAM; Konsep Hak atas Kota; KonsepKota/Kabupaten HAM dan Panduan Umum Implementasinya.


Materi-materi tersebut diulas, dikupas, dan didiskusikan di antarapara peserta dan antara peserta dengan para fasilitator dan sejumlah narasumberyang hadir.


Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang ada.Mereka terlihat rajin bertanya, menyampaikan tanggapan dan sanggahan, danmenyampaikan ide-ide baru. Mereka makin bersemangat berdiskusi ketika hadirnarasumber yang andal di bidangnya.


Narasumber yang hadir di ToT adalah Herlambang P Wiratraman dariUniversitas Airlangga Surabaya; Al Khanif dari Universitas Jember, Jember;Fatonah Ismangil dari Task Force HAMKabupaten Wonosobo, Jawa Tengah; Edy Budi Susilo Kepala Badan PerencanaanKabupaten Jember; dan Ikhana dari Elsam, Jakarta.


ToT yang menggunakan metode pembelajaran partisipatif ini mampumembuat seluruh peserta tetap bersemangat dari awal hingga akhir. Para pesertatampak menikmati metode pembelajaran tersebut.


Mereka tetap bisa ceria walaupun harus menelaah materipembelajaran yang cukup berat. (RusmanWidodo)

 

 

 

Short link