Kabar Latuharary

Forum Kota HAM Dunia dan Peran Penting Komnas HAM

“Lets Bring Human Rights Home” (Kate Gilmore,  Deputy OHCHR)

Pidato Pembuka dari Kate Gilmore Deputi Kantor Komisi HAM PBB (OHCHR) untuk menjadikan HAM kontekstual dengan situasi lokal disetiap daerah menandai acara pembukaan "World Human Rights Cities Forum 2018", pada 18 – 20 Oktober di Gwangju, Korea Selatan. 

Dengan mengangkat tema “Whom Do We Live with? Diversity, Inclusiveness and Peace,”  forum yang dihadiri lebih dari 300 orang yang berasal dari berbagai negara di dunia ini mendiskusikan konsep Human Rights Cities dan penerapannya di beberapa negara.

Komnas HAM bekerja sama dengan International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), United Cities For Local Government Asia Pacific  (UCLG-ASPAC) dan Raoul Wallenberg Institute (RWI), turut serta menyelenggarakan sebuah Special Session dan dua Special Event.  

Special Event yang pertama bertemakan “Human Rights Cities in the Context to Localize SDGs”, sementara Special Event yang kedua adalah “The Role of National Human Rights Institution in Mainstreaming Human Rights Cities at The National Level”.  

Sedangkan Special Session yang diselenggarakan Program Asia Human Rights Cities Networks bertemakan “Human Rights Cities and SDGs in Indonesia : Good Practices and Challenges”.

Pada Special Session tersebut, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara memaparkan peran Komnas HAM dalam melakukan penguatan kapasitas Aparat Pemerintah Daerah dan masyarakat sipil khususnya untuk pendekatan pembangunan berbasis HAM, dan SDGs.

Sementara Bupati Pakpak Bharat, Remigo Y  Berutu memaparkan bagaimana Pemerintah Daerah melakukan berbagai inovasi sesuai dengan mandatnya 

Pembicara lain yaitu Bagus Takwin, Peneliti dari INFID, Soo Yan Sen, Program Manager Asia Development Alliance dan Morten Kjaerum Direktur Raoul dari Wallenberg Institute.  

Sebagai pembicara terakhir, Morten Kjourum menyatakan pentingnya kolaborasi dari semua elemen pada berbagai level, nasional, regional dan internasional untuk memastikan pelaksanaan SDGs. 

Presentasi ditutup dengan remarks dari Siti Sofia Sudarma Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Republik Indonesia yang menegaskan komitmen Pemerintah Republik Indonesia terhadap penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM.
 
Special session ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari peserta yang hadir pada saat itu, khususnya peserta dari negara – negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan. 

Bahkan Fatou Camara Houel, Secretary of the United Nation Human Rights Council Advisory Commitee Council mengharapkan agar informasi terkait upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah dan Masyarakat Sipil di Indonesia ini dikirimkan Kepada United Nation Human Rights Council Advisory Commitee untuk memperkaya informasi tentang Implementasi HAM dan kaitannya dengan Pemerintah Daerah khususnya sebagai bahan masukan untuk Laporan Periodik Universal (UPR). 

Komnas HAM memiliki peran penting di Indonesia dalam diskursus Global tentang  Human Rights Cities. (Yuli Asmini)
Short link