Kabar Latuharary

Komnas HAM dan UGM Kembangkan Mediasi HAM

Mediasi sebagai alternatif penyelesaiansengketa akan menjadi  pilihan masyarakat, disamping itu proses ini akanmengurangi penumpukan perkara perdata di Pengadilan. Suatu keuntungan dariproses mediasi adalah sifatnya yang tertutup memberikan jaminan privacy daripihak-pihak yang bersengketa, disamping juga hubungan dari pihak- pihak yangbersengketa menjadi baik karena dasar pendekatannya adalah musyawarah mufakat.Komnas HAM memiliki mandat untuk melaksanakan mediasi sebagaimana diatur didalam Pasal 89 ayat (4) Undang-Undang tentang Hak Asasi Manusia.

 

Menyikapi hal tersebut, Komnas HAM bekerjasama dengan Pusat Mediasi UGMJogjakarta menyelenggarakan Penguatan Fungsi Mediasi Hak Asasi Manusia untuk 7(tujuh) orang komisioner Komnas HAM pada 31 Juli - 2 Agustus 2018.

 

Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Studi Kebudayaan UGMDr. Aprinus Salam, M.Hum, dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Komisi Nasional HakAsasi Manusia Dr.Tasdiyanto, SP, MSi dan Kepala Biro Umum Widjatmoko..

 

Tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalahpengayaan bagi  para komisioner  tentang teknik-teknik identifikasi sengketadan penyelesaiannya, pengayaan materi komunikasi yang efektif, negosiasi danmediasi serta penyusunan nota perdamaian.

 

Kegiatan ini di selingi oleh diskusi aktifdan tanya jawab komisioner dengan pemateri.  Adapun materi yang dibahas selama tiga hariantara lain Pengantar Mediasi yang disampaikan oleh Prof.Tata Wijayanta,SH,M.Hum dan  PERMA No.1 Tahun2016 Prosedur Mediasi di Pengadilan, disampaikan oleh Drg.Suryono SH, MM, Phd.Kemudian pemutaran film Mediasi,Negosiasi Resolusi Konflik, disampaikan oleh Dr. Maharani Hapsari, MA, Teknik Mediasi dan Penyusunan NotaPerdamaian disampaikan oleh Prof. Indra Bastian, Phd.,MBA.

 

Lalu materitentang Sengketa dan Teknik Mapping disampaikan oleh Dr.Maharani Hapsari,MA dandiakhiri dengan Role Play oleh Prof. Indra Bastian PHD,MBA, CA, CMA, Mediator. Diharapkan setelah kegiatan ini, permasalahan mediasi yang ditangani Komnas HAM mampu diselesaikan secara lebih efektif dan profesional. (Risma Yetti)

Short link