Kabar Latuharary

PENGELOLAAN PENGETAHUAN LEMBAGA MELALUI REPOSITORI

Bertempat di Kantor Komnas HAM Jakarta, beberapa perpustakaan yang tergabung dalam konsorsium Pustakaham.id melakukan diskusi yang berjudul “FGD Pengelolaan Repositori di Perpustakaan: Berbagi Pengalaman di Pustakaham.id”. Judul ini dipilih karena terkait fungsi perpustakaan sebagai pengelola repositori lembaga.

“Tema kali ini adalah repository karena perpustakaan ke depan mulai beralih bentuk. Ke depan, perpustakaan mulai ke arah digital atau portal yang dapat diakses melalui internet. Perpustakaan saat ini mulai mengelola asset yang ada di lembaganya, terutama di perpustakaan khusus dan perguruan tinggi.” ungkap Farly Elnumeri, Kepala Perpustakaan Daniel S. Lev, yang memoderatori diskusi tersebut.

Diskusi yang dihadiri para pengelola perpustakaan dari Komnas HAM, Komnas Perempuan, Daniel S. Lev (PSHK), LBH Jakarta, dan WALHI, saling berbagi pengetahuan tentang pengelolaan pengetahuan yang dihasilkan oleh masing-masing lembaga. Tiap lembaga memiliki keunikan masing-masing dalam pengelolaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan yang berlaku di lembaga tersebut. Komnas HAM sendiri, sejak 2017, telah melakukan kegiatan repositori yang dapat diakses secara umum melalui perpustakaan.komnasham.go.id. Bentuk dokumen yang telah terolah adalah foto, laporan, kliping, dan materi kampanye.

Dikutip dari lamannya, Pustakaham.id merupakan sebuah konsorsium antar perpustakaan lembaga negara dan lembaga masyarakat yang bergerak di bidang penyebaran dan penguatan hak asasi manusia di Indonesia. Melalui konsorsium ini, masyarakat akan dengan mudah mendapatkan koleksi perpustakaan yang berkaitan dengan hak asasi manusia yang mereka butuhkan. Saat ini, ada 19 anggota kemitraan, di mana salah satunya adalah Perpustakaan Komnas HAM yang tergabung sejak tahun 2014. (Nur Afifa Fauzia)

Short link