Kabar Latuharary

Komnas HAM Terima Kunjungan Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta

Latuharhary – Komnas HAM menerima kunjungan mahasiswa FakultasIlmu Sosial Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum Universitas NegeriYogyakarta di Gedung Komnas HAM pada Kamis, 14 Maret 2019.

Tampakhadir 80 orang mahasiswa yang didampingi 4 orang dosen pendamping. Kehadiranmereka memang ditujukan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan terkait hakasasi manusia, terutama berkenaan dengan kebebasan berserikat dan berkumpul danupaya-upaya yang telah dilakukan Komnas HAM untuk mendorong pemenuhan haktersebut. 

“Kamibeharap Komnas HAM dapat memberikan pencerahan kepada para calon guru PPKn ini sehinggamempunyai pengetahuan yang memadai mengenai apa itu hak asasi manusia,bentuk-bentuk pelanggaran HAM, dan pelanggaran HAM di dunia pendidikan,” ujar Dosen Chalili selaku pimpinan rombongan. 

Acaradilanjutkan dengan kata sambutan yang disampaikan langsung oleh Kepala BiroDukungan Pemajuan HAM, Dra. Andante Widi Arundhati, MA. Dalam sambutannyabeliau menyampaikan apresiasi terhadap ketertarikan para pemuda/ pemudi iniakan isu hak asasi manusia. “Saya merasa senang bahwa generasi muda kitatertarik pada isu HAM dan menaruh perhatian kepada Komnas HAM sehingga maubersusah payah dan meluangkan waktu untuk dapat berdiskusi di sini,” ujarnyadidampingi para penyuluh Komnas HAM yaitu Abiyoga, Roni Giandono, Sri Rahayu danHari Reswanto

Lebihlanjut, Ibu Andante, menyampaikan harapannya agar rekan-rekan mahasiswa yanghadir dapat menyebarluaskan nilai-nilai HAM minimal kepada lingkungansekitarnya dan memberikan pencerahan bahwa HAM tidak pernah berseberangandengan nilai-nilai agara dan Pancasila. 

Padakesempatan tersebut juga disampaikan mengenai mandat Komnas HAM sebagaimanaketentuan 4 (empat) Undang-undang yaitu Undang-UndangNo.39 Tentang HAM, Undang-Undang No.26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM Berat,Undang-Undang No.40 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis danUndang-Undang No.12 Tahun 2012 Tentang Penanganan Konflik Sosial. 

Sebelummemasuki diskusi inti, para mahasiswa ini disajikan tayangan film profil KomnasHAM. Selanjutnya para penyuluh pun menyampaikan paparan terkait kelembagaanKomnas HAM dan diskursus yang tengah terjadi di masyarakat. 

Paparanselanjutnya disampaikan oleh Ridha Wahyuni selaku analis pengaduan Komnas HAM.Ia menjelaskan mengenai tata cara penyampaikan pengaduan kasus-kasus yangterindikasi pelanggaran HAM. “Teman-teman dapat datang langsung ke Kantor pusatKomnas HAM, atau pengaduan dapat disampaikan melalui surat ataupun faximile. Bukanhanya itu, penerimaan pengaduan juga dilakukan di 6 (enam) kantor perwakilanKomnas HAM di Banda Aceh, Padang, Pontianak, Palu, Ambon, dan Jayapura,”paparnya. 

Padakesempatan tersebut disampaikan bahwa, pihak-pihak yang paling banyak diadukanke Komnas HAM adalah pihak Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan Korporasi. 

Diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tercatatmahasiswa atas nama Putri Amalia, Ari Setiawan dan Ardian Budi, mewakilirekan-rekannya menyampaikan sejumlah pertanyaan antara lain mengenaiindependensi  Komnas HAM, bagaimana mekanisme jemput bola Komnas HAM,serta mengenai perbedaan pelanggaran HAM yang berat dengan pelanggaran hukum. Selainitu, mereka juga menanyakan mengenai kendala-kendala penyelesaian kasus-kasusyang terindikasi  pelanggaran HAM yangberat. (ENS)

Short link