Kabar Latuharary

Pemberian Materi Pengantar HAM pada Anggota Baru Detasemen Khusus 88 Anti Teror

Lido, Sukabumi.  Komnas HAMberkesempatan untuk memberikan Materi Pengantar HAM Kepada  sejumlaPersonel Baru Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) pada 28 Maret 2019.Kegiatan ini merupakan bagian dari Rangkaian Kegiatan Orientasi Dasar danPengenalan Tugas Densus 88 AT Polri yang berlangsung sejak 25 – 29 Maret 2019.

Pada sesi Pengantar HAM ini acara dibukadan dimoderatori oleh Ajun Komisaris Besar Polri (AKBP) Dr. Hoiruddin Hasibuan,SH., Mhum, Kepala Subbagian Sumberdaya, Bagian Rencana dan Administrasi Densus88 AT Polri. Dalam Pembukaannya, AKBP Hoiruddin Hasibuan menyampaikan bahwamateri HAM ini sangat penting agar dalam menjalankan Tugas  dan fungsinyaAnggota Densus 88 tidak melanggar HAM.  Selain itu, AKBP Hoiroddin jugamenyampaikan,  peserta Orientasi Dasar ini terdiri dari 634 Personel BaruDensus 88 AT yang berasal dari seluruh Indonesia. Dari 634 Anggota Baru Densus88 AT tersebut, 20 orang diantaranya adalah perempuan.  AKBP Hoiruddinmenegaskan bahwa “dalam bekerja, Anggota Densus 88 AT bersandarkan padaPrinsip Crime  Control Model (Penindakan) dan DueProcess Model (Penegakan)”.  

Sedangkan Materi Pengantar HAM disampaikanoleh Yuli Asmini, Penyuluh HAM, Komnas HAM. Dalam materinya, Yuli Asminimenyampaikan secara ringkas Konsep Dasar HAM,  Mekanisme HAM,  HAMdan Polisi. Dalam paparannya Yuli Asmini menekankan pada  konsep “CounterringTerrorism while Respecting Human Rights”. Dimana hak – hak terduga terorisharus menjadi pertimbangan saat Anggota Densus 88 AT melakukan penegakanataupun penindakan.

Proses Orientasiberlangsung dengan partisipatif, peserta sejak awal dilibatkan untuk membahastentang Konsep HAM dan isu – isu yang menyertainya. Setelah pemaparan materi,acara dilanjutkan dengan proses tanya jawab. Pertanyaan yang muncul dari parapeserta adalah selain seputar HAM secara umum, hak – hak anggota Densus 88 AT,juga terkait bagaimana agar dalam menjalankan tugasnya Anggota tidak melanggarHAM.  Yuli Asmini menutup diskusi dengan menegaskan kembali agar para AnggotaDensus memahami HAM, mematuhi Protap, atau aturan yang berlaku, dan bersikapprofesional. (YA).


Short link